5 Fakta Perjalanan Karier Sapardi Djoko Damono, Penulis Hujan Bulan Juni

Tidak kurang dari 35 karya sastra seperti puisi, cerpen dan novel dirilis Sapardi Djoko Damono.

Yoeni Syafitri Sekar Ayoe | MataMata.com
Minggu, 19 Juli 2020 | 17:30 WIB
Sapardi Djoko Damono. [Instagram/@damonosapardi]

Sapardi Djoko Damono. [Instagram/@damonosapardi]

Matamata.com - Kabar duka tengah menyelimuti dunia sastra Indonesia. Penyair terkenal Sapardi Djoko Damono meninggal dunia di RS Eka Hospital, BSD, Tangerang Selatan pada Minggu (19/7/2020).

Penyair 80 tahun itu meninggal lantaran komplikasi penyakit yang diderita. Mendiang sudah dirawat di rumah sakit lantaran kondisi kesehatan yang menurun sejak 9 Juli 2020. 

“Tidak ada komunikasi terakhir. Karena memang kesadarannya memburuk,” kata Nana, mewakili pihak keluarga sang pujangga kepada Suara.com.

Almarhum Sapardi Djoko Damono disemayamkan di rumah duka Kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Rencananya, sastrawan asal Surakarta itu akan dimakamkan di Taman Pemakaman Gritama, Giri Tonjong, Bogor.

Sembari mengenang karya-karya Sapardi Djoko Damono, Yuk intip perjalanan karier penulis puisi Hujan di Bulan Juni ini di bawah ini:

Sapardi Djoko Damono. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)
Sapardi Djoko Damono. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

1. Masa kecil

Sapardi Djoko Damono lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 20 Maret 1940. Sang penyair akrab disapa SDD yang sudah akrab dengan karya sastra puisi sejak SMP.

Di masa ini, SDD menulis sejumlah karya yang dikirim ke beberapa majalah. Hingga duduk di bangku kuliah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, karya-karya beliau terutama puisi tentang cinta semakin cemerlang. 

2. Rintis karier

Karier professional Sapardi Djoko Damono dimulai pada 1967 saat ia merilis karya sastra bertajuk Duka-Mu Abadi.

Baca Juga: Tutup Usia, Ini Riwayat Penyakit Sastrawan Sapardi Djoko Damono

SDD juga aktif menerjemahkan karya sastra lain seperti milik Ernest Hemingway yang kini berjudul Lelaki Tua dan Laut (1973), selain menulis puisi maupun cerpen. 

Sapardi Djoko Damono. [Instagram/@damonosapardi]
Sapardi Djoko Damono. [Instagram/@damonosapardi]

3. Karya legendaris

Tidak kurang dari 35 karya sastra seperti puisi, cerpen dan novel dirilis Sapardi Djoko Damono. Beberapa di antaranya mencetak hits, salah satunya Hujan Bulan Juni.

Selain itu, ada pula puisi Aku Ingin, di mana baitnya awalnya kerap ditulis pada undangan pernikahan lantaran romantisnya karya tersebut.

Ada pula beberapa karya SDD yang dimusikalisasi oleh penyanyi Reda Gaudiamo Bersama gitarisnya almarhum Ari Malibu.

Sapardi Djoko Damono [Instagram/@damonosapardi]
Sapardi Djoko Damono [Instagram/@damonosapardi]

4. Aktif menggelar talkshow daring

Sapardi Djoko Damono aktif membagikan ilmu menjelang usia senja. Lewat Instagram, lelaki 80 tahun itu terlibat dalam talkshow daring di beberapa acara. Seperti pada Juni lalu, SDD terlibat diskusi pascasarjana IKJ mengenai pendidikan. 

5. Karya terakhir yang belum rampung

Sapardi Djoko Damono. [Instagram/@damonosapardi]
Sapardi Djoko Damono. [Instagram/@damonosapardi]

Selain aktif membagikan ilmu, Sapardi Djoko Damono juga masih berkarya. Ia merilis buku terbaru berjudul Mantra Orang Jawa pada Mei 2020.

Namun ternyata ada karya yang belum dirampungkan SDD yakni bertajuk Minuman Keras.

“(WORK IN PROGRESS) Barangkali hidup adalah doa yang panjang dan sunyi adalah minuman keras. Ia mengangguk, entah kepada siapa,” tulisnya pada 10 Juni 2020 di Instagram.

Selamat jalan Sapardi Djoko Damono, Karyamu akan selalu dikenang. [Rena Pangesti]

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Film Pelangi di Mars membawakan kisah seorang anak Indonesia pertama yang lahir di Mars, Pelangi....

life | 15:15 WIB

Film ambisius ini sudah lahir sejak lama, tahun 2020 tepatnya....

life | 15:22 WIB

Perjalanan panjang selama lebih dari lima tahun ini melibatkan ratusan talenta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia....

life | 12:03 WIB

Anies membagikan refleksinya yang mendalam tentang bagaimana film ini berhasil memotret sosok ibu secara utuh....

life | 11:15 WIB

Kisah mereka bukan hanya tentang kesedihan, tetapi tentang cinta yang bertahan bahkan ketika waktu tak lagi berpihak....

life | 11:15 WIB

Pertunjukan spesial stand-up comedy Pertigapuluhan akan hadir di Yogyakarta!...

life | 10:55 WIB

Kehadiran MLTR menjadi bagian dari semangat besar bertajuk Celebrate The Joy, yang diusung Prambanan Jazz Festival tahun...

life | 10:40 WIB

Selama 12 tahun, festival ini tumbuh berkat dukungan dan antusiasme para pecinta musik....

life | 10:30 WIB