Kpop

Crash Landing on You Dituntut karena Dianggap Memuliakan Korea Utara

Drama Korea Selatan Crash Landing on You memang tengah digandrungi saat ini.

Yoeni Syafitri Sekar Ayoe

Crash Landing on You (Instagram/@tvndrama.official)
Crash Landing on You (Instagram/@tvndrama.official)

Matamata.com - Drama Korea Crash Landing on You yang tayang di tvN telah dituduh melanggar Undang-Undang Keamanan Nasional (NSA) karena memuliakan Korea Utara.

Dilansir Soompi, Badan Kepolisian Metropolitan Seoul mengungkapkan bahwa mereka sedang meninjau sebuah tuduhan yang dibuat oleh Partai Liberal Kristen terhadap tvN pada 9 Januari.

Crash Landing on You menceritakan kisah pewaris kaya bernama Yoon Se Ri (diperankan oleh Son Ye Jin) yang mendapati dirinya terjebak di Korea Utara setelah insiden paralayang. Dia ditemukan oleh tentara Korea Utara Ri Jung Hyuk diperankan oleh Hyun Bin, yang jatuh cinta padanya saat membantunya bersembunyi.

Crash Landing on You (Soompi)
Crash Landing on You (Soompi)

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada 10 Januari, Partai Liberal Kristen buka-bukaan soal tuntutan mereka.

"Korea Utara tidak pernah sekalipun merendahkan senjata yang telah mereka arahkan kepada kami. Sebagai hasil dari presiden dan perusahaan penyiaran yang tidak dapat membedakan musuh, warga negara kami telah dihasut," bunyi pernyataan mereka.

"Mengikuti Undang-Undang Keamanan Nasional, seseorang tidak boleh memuji atau mengikuti organisasi anti-nasional yang membahayakan keberadaan Korea Selatan. Kami berharap para penghasut diselidiki secepatnya dan dihukum dengan keras," lanjutnya.

Crash Landing on You. (Youtube/tvNdrama)
Crash Landing on You. (Youtube/tvNdrama)

Seorang perwakilan polisi menyatakan, "Kami belum secara resmi memulai investigasi dan masih mengkaji masalah ini. Preseden yudisial untuk menghukum drama yang mengandung konten palsu sebagai pelanggaran NSA jarang terjadi."

Crash Landing on You yang diharapkan mmemasuki episode 11 dan 12 minggu ini tidak akan tayang karena Imlek. Drama ini meraih atensi masyarakat yang besar termasuk di Indonesia dengan menduduki rating terakhir sebesar 14,6 persen.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report