Kpop

Polisi Umumkan Hasil Otopsi Sulli

Polisi melakukan otopsi setelah mendapat persetujuan dari anggota keluarga.

Yoeni Syafitri Sekar Ayoe

Sulli (Instagram/@jelly_jilli)
Sulli (Instagram/@jelly_jilli)

Matamata.com - Polisi telah merilis hasil dari otopsi Sulli. Mereka mengkonfirmasi bahwa tidak ada tanda-tanda kemungkinan pembunuhan.

Dilansir Koreaboo, pada 16 Oktober, polisi Seongnam melakukan otopsi pada pukul 9-11 pagi KST di National Institute of Scientific Investigation.

Hasil otopsi pertama menegaskan bahwa tidak ada muatan kekuatan atau tekanan eksternal yang ditemukan.

Berdasarkan pernyataan yang dibuat oleh orang-orang dekat tentang gejala depresi, serta tidak adanya tuduhan kriminal lainnya seperti tanda-tanda invasi dari luar, polisi percaya bahwa keputusan ekstrim Sulli adalah penyebab kematian.

Butuh beberapa waktu sebelum polisi akan menerima hasil tes obat-obatan serta temuan tepat lainnya dari otopsi.

Diketahui polisi Seongnam sebelumnya meminta surat perintah otopsi untuk Sulli. Mereka dapat melanjutkan tindakan otopsi mantan member f(x) itu setelah menerima persetujuan dari anggota keluarga.

Taeyeon dan Sulli (Koreaboo)
Taeyeon dan Sulli (Koreaboo)

Sulli ditemukan di rumahnya pada 14 Oktober sekitar pukul 3:20 siang oleh manajernya yang pergi ke rumahnya setelah gagal menghubunginya. Manajer terakhir menghubungi Sulli sekitar jam 6 sore malam sebelumnya dan tidak mendengar kabar darinya sejak itu.

Manajer khawatir tentang kesehatan Sulli karena dia menderita depresi. Laporan mengklaim bahwa ada catatan bunuh diri ditemukan di dekat tubuhnya.

Artis K Pop Sulli meninggal dunia diduga kuat bunuh diri. [Instagram]
Artis K Pop Sulli meninggal dunia diduga kuat bunuh diri. [Instagram]

Catatan Redaksi: Hidup sering kali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email [email protected] dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report