Menbud Fadli Zon Usulkan Kerja Sama UNESCO dan MoU Kebudayaan Indonesia-Suriname
matamata.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengusulkan kerja sama strategis dengan Pemerintah Suriname guna mempererat hubungan diplomatik sekaligus merawat akar sejarah dan identitas diaspora Indonesia di kancah global.
"Langkah konkret yang bisa dilakukan adalah kerja sama pengusulan warisan dunia ke UNESCO. Kami sudah menjajaki pengusulan jaranan dan berpotensi melanjutkan ke aksara Jawa. Selain itu, Indonesia dan Suriname perlu menyusun MoU kebudayaan sebagai payung hukum pelestarian budaya," kata Menbud Fadli Zon dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Dalam dialog bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Suriname Agus Priono, Menbud menyoroti kesamaan ikatan budaya yang kuat antara kedua negara. Hal ini tidak terlepas dari catatan sejarah ketika pemerintah kolonial Belanda mengirimkan buruh kontrak asal Nusantara ke Suriname.
Fadli menegaskan, penguatan diplomasi budaya ini sejalan dengan amanat Pasal 32 Undang-Undang Dasar 1945 yang mewajibkan negara memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.
"Kementerian Kebudayaan berkomitmen memajukan kebudayaan melalui diplomasi internasional. Suriname memiliki basis diaspora Indonesia yang signifikan, sehingga potensinya sangat besar untuk pengembangan budaya Nusantara," ujar Fadli.
Selain pengusulan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) ke UNESCO dan pembentukan MoU, Menbud mengusulkan optimalisasi Rumah Budaya Indonesia di Suriname. Pemerintah juga berencana memberikan penghargaan kepada tokoh budayawan keturunan Jawa di Suriname, seperti Paul Somohardjo, serta mengapresiasi warung-warung lokal yang mempopulerkan gastronomi Nusantara.
Duta Besar RI untuk Suriname Agus Priono menyambut positif komitmen tersebut. Menurutnya, meski populasi diaspora Jawa di Suriname saat ini sekitar 17 persen, kelestarian budaya Indonesia di sana tergolong sangat aktif.
"Pelestarian budaya seperti wayang, jaran kepang, hingga ludruk masih berjalan baik. Kuliner khas seperti pecel dan nasi rames di warung-warung Jawa juga sangat diminati masyarakat setempat," tutur Agus. (Antara)