Hasil BCFM 2026: Perputaran Ekonomi Ekraf Kota Bekasi Tembus Rp334 Juta
matamata.com - Pergelaran Bekasi City Fashion Movement (BCFM) 2026 mencatatkan perputaran ekonomi sebesar Rp334,95 juta selama tiga hari penyelenggaraan pekan lalu. Capaian tersebut diraih dari transaksi berbagai sektor pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf) lokal Kota Bekasi.
Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, menjelaskan bahwa pendapatan tersebut bersumber dari beragam sektor ekraf, mulai dari gerai batik, jasa jahit, desainer, peserta bazar, perias wajah, hingga produk IKM dan UMKM.
"Kontribusi terbesar berasal dari biaya jahit sebesar Rp137,3 juta, disusul belanja batik di Gerai Dekranasda senilai Rp71,99 juta," ujar Wiwiek di Kota Bekasi, Selasa (20/10/2026).
Wiwiek menyampaikan, BCFM yang digelar di Pakuwon Mall Bekasi ini dirancang sebagai wadah promosi sekaligus pembuka akses pasar bagi desainer, perajin, dan pelaku industri kreatif. Langkah ini diambil untuk memastikan perhelatan fesyen memberi dampak langsung bagi perekonomian daerah.
"Ketika karya lokal tampil, masyarakat membeli, desainer mendapat pesanan, penjahit memperoleh pekerjaan, dan UMKM mendapat pasar. Dari situ ekosistem ekonomi kreatif terus bergerak," kata Wiwiek.
Tahun ini, BCFM mengusung tema Sporty & Dynamic: Road to Porprov 2026. Tema tersebut memadukan kekayaan batik lokal Bekasi dengan fesyen olahraga untuk menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026, yang mana Kota Bekasi bertindak sebagai tuan rumah utama.
Ia menambahkan, perolehan omzet ini membuktikan bahwa ajang kreatif mampu menciptakan efek berantai terhadap roda perekonomian lokal.
"Pergerakan ekonomi tidak berhenti pada transaksi produk fesyen saja, tetapi juga menyentuh jasa jahit, desainer, kuliner, hingga sektor pendukung lainnya," tutur Wiwiek.
BCFM digagas oleh Dekranasda Kota Bekasi sejak 2023 sebagai bentuk pengembangan dari ajang Bekasi Fashion Week. Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, BCFM mengusung semangat Local to Global guna memajukan karya lokal agar berdaya saing di pasar yang lebih luas. (Antara)
Baca Juga: Menaker Yassierli Minta BPVP Ukur Keberhasilan Pelatihan dari Kebekerjaan Alumni