Menaker Yassierli Minta BPVP Ukur Keberhasilan Pelatihan dari Kebekerjaan Alumni
matamata.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta seluruh Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di Indonesia mengukur keberhasilan pelatihan berdasarkan tingkat penyerapan alumni di pasar kerja, bukan sekadar jumlah peserta yang dilatih.
Yassierli menegaskan bahwa perubahan pola pikir di lingkungan BPVP sangat mendesak untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan saat ini, khususnya masalah pengangguran dan kesenjangan kompetensi lulusan.
"Jangan lagi membanggakan berapa banyak orang yang sudah dilatih, tetapi berapa banyak orang yang setelah dilatih bisa langsung bekerja. Itu yang harus kita kejar bersama," tegas Yassierli dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Guna membekali para lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mengoptimalkan Program Pelatihan Vokasi Nasional dan Program Magang Nasional (MagangHub).
Selain itu, Kemnaker juga tengah menyiapkan Pusat Pelatihan Khusus Disabilitas di Bekasi untuk memperluas akses pelatihan dan peluang kerja bagi kelompok disabilitas.
Yassierli juga mengingatkan jajaran BPVP bahwa balai pelatihan berfungsi sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah. Oleh karena itu, seluruh program kerja di daerah harus berorientasi pada pencapaian target nasional.
Untuk mendukung transformasi tersebut, Menaker menetapkan empat pilar budaya kerja di BPVP:
Persatuan dan kesatuan langkah
Penguatan peran individu
Kelincahan dan adaptabilitas organisasi
Keberanian bersuara secara proaktif demi kebenaran
Di akhir arahannya, Yassierli meminta seluruh jajaran untuk tidak cepat puas, menjaga integritas, mengedepankan inovasi, serta memberi ruang tumbuh bagi para instruktur agar BPVP menjadi ekosistem belajar yang kondusif. (Antara
Baca Juga: Pemprov DKI Sediakan 12 Ribu Lowongan Kerja Lewat Karir Jakarta dan TKM Expo 2026