KPK Optimistis Berantas Korupsi di Bawah Pemerintahan Prabowo-Gibran, Soroti Capaian 36 OTT

KPK optimistis terhadap dukungan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memberantas korupsi. Dalam dua tahun, KPK menggelar 36 OTT dan menjaring sejumlah pejabat.

Elara | MataMata.com
Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:30 WIB
KPK Optimistis Berantas Korupsi di Bawah Pemerintahan Prabowo-Gibran, Soroti Capaian 36 OTT

KPK Optimistis Berantas Korupsi di Bawah Pemerintahan Prabowo-Gibran, Soroti Capaian 36 OTT

matamata.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) optimistis terhadap komitmen dan dukungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam memperkuat pemberantasan korupsi di Tanah Air.

"Kami optimistis pemberantasan tindak pidana korupsi dapat berjalan maksimal dengan dukungan pemerintah saat ini," ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Setyo menegaskan bahwa sikap optimistis sangat diperlukan oleh internal lembaga rasuah tersebut untuk merumuskan langkah penindakan yang efektif. "Jika kami optimistis, tentu ada strategi dan cara tepat yang dapat kami jalankan," tuturnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Setyo saat merespons pertanyaan media mengenai pandangan KPK terhadap komitmen penegakan hukum selama dua tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran sejak dilantik pada 20 Oktober 2024.

Sepanjang dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran, KPK mencatatkan kinerja penindakan dengan melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, termasuk menggelar 36 Operasi Tangkap Tangan (OTT). Sebanyak 34 dari 36 OTT tersebut ditindaklanjuti pada masa kepemimpinan Setyo Budiyanto.

Sejumlah pejabat publik dan tokoh penting terjerat dalam rangkaian OTT tersebut. Beberapa di antaranya yakni Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer, Gubernur Riau Abdul Wahid, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumatra Bagian Barat Rizal, hingga Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.

Selain itu, penyidik KPK juga mengamankan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Akhmad Sodiq, Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN Lampri, serta Bima Setiawan yang merupakan adik dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Seskab Teddy Indra Wijaya menyampaikan realisasi investasi nasional mencapai Rp3.923 triliun dalam dua tahun pemerintaha...

news | 11:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto memacu investasi berkualitas lewat hilirisasi nikel/EV dan kemudahan perizinan. Pengurusan KIT...

news | 10:30 WIB

Sekjen PBB Antonio Guterres menilai filosofi dan keberagaman motif batik Indonesia memberikan pelajaran penting bagi ref...

news | 10:00 WIB

Program Electrifying Agriculture PLN sukses meningkatkan hasil panen petani di Sidrap dari 7 ton menjadi 10,4 ton per he...

news | 09:30 WIB

Sekjen PBB Antonio Guterres sebut Indonesia sebagai pilar multilateralisme dan penjaga perdamaian dunia. Simak apresiasi...

news | 09:18 WIB