Survei Adidaya Institute: Kinerja AHY Tertinggi, Mayoritas Publik Setuju Reshuffle Kabinet Prabowo
matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai sebagai Menko dengan kinerja terbaik dibandingkan enam Menko lainnya. Hal tersebut terungkap dalam hasil survei Adidaya Institute terkait dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan hasil survei yang dirilis pada Senin (19/10/2026), sebanyak 38,5 persen responden menilai kinerja AHY sebagai yang terbaik. Posisi kedua ditempati Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra sebesar 17,6 persen, disusul Menko Politik dan Keamanan Djamari Chaniago sebesar 10,6 persen.
Selanjutnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar masing-masing memperoleh 9,4 persen. Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengantongi 7,7 persen, dan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno berada di posisi terbawah dengan 6,8 persen.
Meski AHY meraih apresiasi tertinggi di jajaran Menko, rapot secara keseluruhan untuk Kabinet Merah Putih terbilang penuh catatan. Survei menunjukkan hanya 38,5 persen responden yang menganggap menteri-menteri bekerja secara profesional. Sebaliknya, sebanyak 46,5 persen responden menilai para menteri belum bekerja profesional.
Rendahnya tingkat kepuasan tersebut berdampak pada kuatnya dorongan perombakan kabinet. Sebanyak 49,8 persen responden menyatakan setuju jika pemerintah melakukan reshuffle pejabat Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat. Adapun 31,4 persen responden menyatakan tidak setuju, dan sisanya tidak memberikan pendapat.
Survei Adidaya Institute ini dilakukan pada 15–21 September 2026 di 38 provinsi dengan melibatkan 1.240 responden dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres 2024.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling/systematic sampling di 122 kabupaten/kota by name, by address. Survei ini memiliki margin of error sebesar ±2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Antara)