Sekjen PBB Antonio Guterres Sebut Batik Indonesia Pelajaran Penting Multilateralisme
matamata.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menilai tradisi batik Indonesia memberikan filosofi dan pelajaran berharga mengenai bagaimana sistem multilateralisme dunia seharusnya terjalin.
Pernyataan tersebut disampaikan Guterres dalam agenda Foreign Policy Circle Talks di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jakarta, Senin (20/10/2026). Ia menyebut batik merupakan warisan tradisi yang terbentuk dari perjumpaan dan pengaruh berbagai budaya luar, mulai dari Arab, China, Eropa, Jepang, Asia Selatan, hingga Persia.
"Melalui perjumpaan-perjumpaan itu, batik tetap terjalin erat dengan identitas budaya Indonesia sendiri. Ada pelajaran di sini bagi multilateralisme," ujar Guterres.
Ia menjelaskan bahwa motif batik tidak pernah berhenti dan dibekukan oleh waktu. Garis-garis serta warna baru terus hadir membentuk corak yang makin kaya bentuk dan warna.
"Hal yang sama juga berlaku bagi dunia kita. Seiring munculnya kekuatan dan tantangan baru, institusi kita harus memberi ruang bagi suara dan realitas baru," tuturnya.
Guterres menganalogikan proses pembuatan batik seperti cara komunitas internasional merancang "motif baru" bagi tatanan dunia saat ini dan masa depan. Karena itu, ia mendorong reformasi institusi multilateral serta kerja sama global dalam memajukan hak asasi manusia, perdamaian, dan pembangunan berkelanjutan.
Ia juga menegaskan pentingnya akomodasi aspirasi setiap negara dalam membangun tatanan dunia secara bersama-sama. "Motif ini milik kita untuk dibentuk bersama-sama," katanyanya.
Dalam kesempatan tersebut, Guterres mengapresiasi keunikan batik Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.
Adapun kunjungan kerja Sekjen PBB ke Indonesia pada 17–19 Oktober 2026 mencakup sejumlah agenda penting, di antaranya pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, peninjauan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI di Bogor, serta pidato utama di Kemlu RI. Saat bertemu Presiden Prabowo, Guterres juga tampak mengenakan kemeja batik lengan panjang motif parang. (Antara)
Baca Juga: Sekjen PBB Puji Indonesia sebagai Pilar Multilateralisme dan Perdamaian Dunia