Sekjen PBB Puji Indonesia sebagai Pilar Multilateralisme dan Perdamaian Dunia
matamata.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menegaskan bahwa Indonesia merupakan pilar multilateralisme dan perdamaian dunia. Hal itu tercermin dari besarnya kontribusi nyata Indonesia terhadap perkembangan global serta misi pasukan pemeliharaan perdamaian PBB.
"Indonesia adalah pilar multilateralisme. Indonesia terus memainkan pengaruh dalam membentuk kerja sama internasional di kawasan Asia Pasifik dan Global Selatan secara lebih luas," ujar Guterres dalam agenda Foreign Policy Circle Talks di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jakarta, Senin (20/10/2026).
Guterres mengungkapkan bahwa rekam jejak diplomasi Indonesia sudah teruji sejak dekade awal kemerdekaan. Penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung pada 1955 menjadi tonggak sejarah penting yang mempertemukan negara-negara baru merdeka.
"Global Selatan lahir pada saat itu," tegas Guterres.
Sejak momen bersejarah tersebut, Indonesia konsisten memperkuat pengaruhnya di berbagai organisasi internasional, seperti ASEAN, G20, D-8, BRICS, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), hingga PBB.
Secara khusus, Guterres mengapresiasi peran aktif Indonesia dalam mempererat kemitraan ASEAN dan PBB yang mencakup bidang perdamaian, keamanan, pembangunan, serta hak asasi manusia (HAM). Menurutnya, Indonesia merupakan pembangun jembatan diplomatik yang diakui dan dihormati di panggung global.
Selain diplomasi, Guterres menyoroti kontribusi konkret Indonesia dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UN Peacekeeping). Saat ini, hampir 2.000 personel asal Indonesia tengah bertugas di tujuh misi pemeliharaan perdamaian PBB di berbagai belahan dunia.
Ia mengaku terkesan saat mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia (PMPP TNI) di Sentul, Kabupaten Bogor, tempat para personel digembleng secara intensif sebelum bertugas.
"Hal tersebut memberi kita jaminan bahwa pasukan penjaga perdamaian Indonesia akan menjadi pilar fundamental bagi misi pemeliharaan perdamaian di seluruh dunia," tutur Guterres.
Dalam kunjungan tersebut, Guterres juga menyempatkan diri bertemu langsung dengan sejumlah personel TNI yang bersiap berangkat menuju misi perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah. Ia menegaskan, peran aktif ini membuktikan kapasitas Indonesia sebagai jembatan penghubung antara Utara dan Selatan, serta Timur dan Barat. (Antara)
Baca Juga: Jadi Korban Fitnah, Salsabila Andriani Mencari Keadilan di Sinetron 'Terbaik Itu Kamu'