Tak Lagi Bergantung BBM, Petani Sidrap Mampu Dongkrak Hasil Panen Lewat Listrik Masuk Sawah
matamata.com - Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mencatat peningkatan signifikan pada hasil produksi pertanian warga. Lonjakan produktivitas ini dicapai berkat efisiensi pengairan dari program Electrifying Agriculture (EA) milik PT PLN (Persero), yang mengoperasikan pompa air berbasis listrik saat musim kemarau.
Keberhasilan program listrik masuk sawah tersebut salah satunya dirasakan oleh para petani di Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.
"Pada panen Agustus 2026, produktivitas tercatat sekitar 10,4 ton per hektare. Angka ini meningkat dibanding musim tanam sebelumnya yang berada di kisaran 7 ton per hektare," ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Sidrap, Ibrahim, dalam keterangan resminya di Makassar, Senin (19/10/2026).
Ibrahim menjelaskan, sebanyak 13 kelompok tani mengelola sekitar 395 hektare lahan pertanian di Desa Takkalasi. Sebelumnya, para petani hanya mengandalkan pasokan air dari Bendung Takkalasi yang rawan mengering saat kemarau panjang.
Untuk mengatasi ancaman kekeringan tersebut, sebanyak 39 titik sumur bor telah disiapkan sejak 2025. Fasilitas air tersebut kemudian diintegrasikan dengan jaringan listrik PLN untuk menggerakkan pompa irigasi secara berkala.
Menurut Ibrahim, penggunaan daya listrik memberikan solusi alternatif yang efisien bagi petani karena tidak lagi bergantung pada pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk menyalakan pompa.
"Peningkatan produktivitas ini turut didukung serangkaian langkah strategis, mulai dari optimalisasi lahan, bantuan benih unggul, penyediaan sumber air, hingga pemanfaatan listrik pengairan," tambahnya.
Ia menegaskan, keberhasilan ekspansi program EA memerlukan sinergi berkelanjutan antara PLN, pemerintah daerah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan agar infrastruktur ketenagalistrikan yang dibangun sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (UID Sulselrabar), Didik Wicaksono, menyatakan bahwa program EA dirancang untuk menciptakan nilai tambah dan efisiensi biaya produksi bagi sektor agrikultur.
"PLN terus mendorong pemanfaatan listrik untuk berbagai kebutuhan agrikultur, mulai dari pompa irigasi dan sistem pengairan hingga pencahayaan, ventilasi, serta peralatan pendukung peternakan. Kami berharap modernisasi teknologi ini membantu petani berproduksi secara lebih efisien dan praktis," jelas Didik. (Antara)
Baca Juga: Sekjen PBB Puji Indonesia sebagai Pilar Multilateralisme dan Perdamaian Dunia