Kemenekraf Siap Dampingi Pelaku Ekraf Indonesia Tembus Pasar Jepang
matamata.com - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) berkomitmen memberikan pendampingan penuh kepada para pelaku industri kreatif nasional agar mampu memperluas akses pasar hingga ke Jepang.
Langkah strategis ini dibahas langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar bersama Atase Perdagangan KBRI Tokyo Merry Astrid Indriasari di Jakarta, Kamis (15/10/2026). Salah satu fokus pembahasannya adalah kolaborasi dalam ajang Indonesia-Japan Friendship Festival (IJFF) yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.
"Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk menyinergikan dan memperluas akses pasar global bagi produk kreatif Indonesia. Kementerian Ekraf siap menjadi mitra strategis dalam proses kurasi hingga pendampingan produk," ujar Irene.
Melalui IJFF 2026, produk maupun talenta dari 21 subsektor ekonomi kreatif Indonesia diharapkan dapat menjangkau masyarakat Jepang secara lebih luas, bukan sekadar menyasar komunitas diaspora. Sejumlah produk unggulan yang disiapkan antara lain jamu, kopi, parfum, tas, hingga talenta di bidang musik.
Sementara itu, Atase Perdagangan KBRI Tokyo Merry Astrid Indriasari menilai produk kreatif Indonesia memiliki peluang besar di pasar Jepang, selama mampu memadukan fungsi, kualitas, dan karakter desain khas Nusantara. Menurutnya, konsumen Jepang cenderung menyukai produk yang sederhana, fungsional, dan berwarna tenang seperti olahan berbahan kulit, kayu, serta rotan.
"Kalau kita ingin masuk ke pasar Jepang, jangan mencoba mengikuti gaya Jepang sepenuhnya. Tampilkan apa yang Indonesia punya. Justru ciri khas Indonesia itulah yang dapat diapresiasi dan menjadi nilai pembeda," jelas Merry.
Selain IJFF 2026, penguatan kolaborasi internasional ini juga akan dijajaki melalui World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 bertema Inclusively Creative: Collective Continuity yang digelar pada 21–23 Oktober 2026 di Jakarta. Forum ini menjadi wadah pertemuan pemerintah, pelaku industri, kreator, investor, dan mitra global untuk mengembangkan potensi Kekayaan Intelektual (Intellectual Property).
Melalui berbagai rangkaian pendampingan dan promosi yang relevan dengan preferensi konsumen lokal, Kemenekraf optimistis karya kreatif Indonesia dapat bersaing dan membangun hubungan jangka panjang dengan pasar internasional. (Antara)