Kemenekraf Siap Dampingi Pelaku Ekraf Indonesia Tembus Pasar Jepang

Kemenekraf siap mendampingi pelaku ekonomi kreatif Indonesia menembus pasar Jepang melalui kurasi dan promosi di ajang Indonesia-Japan Friendship Festival (IJFF) 2026.

Elara | MataMata.com
Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:57 WIB
Kemenekraf Siap Dampingi Pelaku Ekraf Indonesia Tembus Pasar Jepang

Kemenekraf Siap Dampingi Pelaku Ekraf Indonesia Tembus Pasar Jepang

matamata.com - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) berkomitmen memberikan pendampingan penuh kepada para pelaku industri kreatif nasional agar mampu memperluas akses pasar hingga ke Jepang.

Langkah strategis ini dibahas langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar bersama Atase Perdagangan KBRI Tokyo Merry Astrid Indriasari di Jakarta, Kamis (15/10/2026). Salah satu fokus pembahasannya adalah kolaborasi dalam ajang Indonesia-Japan Friendship Festival (IJFF) yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.

"Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk menyinergikan dan memperluas akses pasar global bagi produk kreatif Indonesia. Kementerian Ekraf siap menjadi mitra strategis dalam proses kurasi hingga pendampingan produk," ujar Irene.

Melalui IJFF 2026, produk maupun talenta dari 21 subsektor ekonomi kreatif Indonesia diharapkan dapat menjangkau masyarakat Jepang secara lebih luas, bukan sekadar menyasar komunitas diaspora. Sejumlah produk unggulan yang disiapkan antara lain jamu, kopi, parfum, tas, hingga talenta di bidang musik.

Sementara itu, Atase Perdagangan KBRI Tokyo Merry Astrid Indriasari menilai produk kreatif Indonesia memiliki peluang besar di pasar Jepang, selama mampu memadukan fungsi, kualitas, dan karakter desain khas Nusantara. Menurutnya, konsumen Jepang cenderung menyukai produk yang sederhana, fungsional, dan berwarna tenang seperti olahan berbahan kulit, kayu, serta rotan.

"Kalau kita ingin masuk ke pasar Jepang, jangan mencoba mengikuti gaya Jepang sepenuhnya. Tampilkan apa yang Indonesia punya. Justru ciri khas Indonesia itulah yang dapat diapresiasi dan menjadi nilai pembeda," jelas Merry.

Selain IJFF 2026, penguatan kolaborasi internasional ini juga akan dijajaki melalui World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 bertema Inclusively Creative: Collective Continuity yang digelar pada 21–23 Oktober 2026 di Jakarta. Forum ini menjadi wadah pertemuan pemerintah, pelaku industri, kreator, investor, dan mitra global untuk mengembangkan potensi Kekayaan Intelektual (Intellectual Property).

Melalui berbagai rangkaian pendampingan dan promosi yang relevan dengan preferensi konsumen lokal, Kemenekraf optimistis karya kreatif Indonesia dapat bersaing dan membangun hubungan jangka panjang dengan pasar internasional. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Program residensi IPCC 2026 di Yogyakarta resmi ditutup dengan pementasan kolaborasi seniman Indonesia dan 8 negara Pasi...

news | 09:26 WIB

MK menggelar sidang pembacaan putusan untuk 22 permohonan pengujian undang-undang, termasuk UU Peradilan Militer soal is...

news | 09:22 WIB

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan pergeseran helikopter water bombing...

news | 08:00 WIB

Dandim 0706/Temanggung Letkol Inf Richie Fadly mengancam tindak tegas oknum calo rekrutmen TNI AD dan menegaskan pendaft...

news | 07:00 WIB

Museum Pasifika menggelar pameran pameran karya perupa perempuan Asia-Pasifik di Nusa Dua, Bali. Simak jadwal pameran da...

news | 06:15 WIB