Menko AHY Tekankan Strategi Daya Saing Indonesia Hadapi Risiko Geoekonomi 2026

Menko Infra AHY tegaskan pentingnya Indonesia memperkuat daya saing, hilirisasi, dan infrastruktur untuk menghadapi konfrontasi geoekonomi global 2026.

Elara | MataMata.com
Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:03 WIB
Menko AHY Tekankan Strategi Daya Saing Indonesia Hadapi Risiko Geoekonomi 2026

Menko AHY Tekankan Strategi Daya Saing Indonesia Hadapi Risiko Geoekonomi 2026

matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya Indonesia memperkuat daya saing nasional di tengah meningkatnya konfrontasi geoekonomi global. Tekanan ekonomi global dinilai harus diubah menjadi peluang strategis bagi pertumbuhan nasional.

"Indonesia harus mampu mengubah tekanan global menjadi peluang strategis. Kita perlu memperkuat hilirisasi, industrialisasi, penguasaan teknologi, dan diversifikasi kemitraan agar memiliki daya saing serta posisi tawar yang semakin kuat," kata AHY dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

AHY menjelaskan, persaingan kekuatan besar dunia saat ini telah bergeser dari arena geopolitik menuju konfrontasi geoekonomi. Instrumen kekuatan negara kini banyak menggunakan tarif perdagangan, sanksi ekonomi, pembatasan teknologi, hingga penguasaan rantai pasok. Rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok menjadi salah satu pendorong utama ketidakpastian tersebut.

Mengutip Global Risks Report 2026 dari World Economic Forum (WEF), AHY menyebut konfrontasi geoekonomi menempati posisi puncak risiko global jangka pendek. Sebanyak 18 persen responden menempatkannya sebagai risiko utama, melampaui potensi konflik bersenjata antarnegara yang berada di angka 14 persen.

"Kita sedang menyaksikan perubahan mendasar. Perdagangan, teknologi, energi, dan rantai pasok tidak lagi semata-mata menjadi instrumen ekonomi, tetapi juga alat tekanan dan perebutan pengaruh geopolitik," tegasnya.

Meski fragmentasi geoekonomi membawa risiko terhadap stabilitas investasi dan perdagangan, AHY optimistis kondisi ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam diversifikasi rantai pasok global.

Tantangan utamanya adalah memastikan Indonesia berkembang menjadi pusat produksi dan inovasi bernilai tambah, bukan sekadar pemasok bahan mentah atau pasar konsumsi.

Untuk mencapai hal tersebut, kesiapan domestik menjadi kunci utama. Pemerintah terus memfokuskan penguatan infrastruktur, efisiensi logistik, ketahanan energi, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Selain itu, AHY turut mengajak Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) untuk aktif menghasilkan kajian geoekonomi strategis guna membantu pemerintah mengantisipasi risiko serta memetakan peluang kerja sama internasional.

"Daya saing bangsa tidak cukup ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam. Kita harus mampu mengubah sumber daya tersebut menjadi produktivitas, inovasi, lapangan kerja berkualitas, dan kesejahteraan rakyat," pungkasnya. (Antara)

Baca Juga: Polda Metro Jaya Usut Laporan Ruben Onsu Terkait Kasus Pencemaran Nama Baik

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Komnas HAM mendalami dasar hukum tindakan Komdigi yang menurunkan 486 konten media sosial pasca-aksi Agustus 2026 demi m...

news | 14:16 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mencetak sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang tampil di Liga Champions saat Lille men...

news | 14:12 WIB

Menteri LH Jumhur Hidayat tegaskan pemadaman karhutla terus berlangsung. Lebih dari 60.000 personel dikerahkan dan 68 pe...

news | 13:00 WIB

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengapresiasi dakwah Habib Umar bin Hafidz yang dinilai mempermudah tugas MPR dalam menjaga pe...

news | 12:00 WIB

PLN Batam berhasil memulihkan pasokan listrik akibat pemadaman meluas sejak Senin. PLN juga menyiapkan kompensasi otomat...

news | 10:30 WIB