Daftar Lengkap Nominasi FFI 2026: 531 Karya Rebutan Piala Citra

Komite FFI resmi mengumumkan daftar nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia 2026. Simak daftar lengkap nominasi film terbaik, sutradara, hingga aktor di sini.

Elara | MataMata.com
Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:00 WIB
Daftar Lengkap Nominasi FFI 2026: 531 Karya Rebutan Piala Citra

Daftar Lengkap Nominasi FFI 2026: 531 Karya Rebutan Piala Citra

matamata.com - Komite Festival Film Indonesia (FFI) resmi mengumumkan daftar nominasi penerima Piala Citra FFI 2026 pada Senin (12/10/2026) malam. Pengumuman tersebut mencakup jajaran nominasi untuk kategori film cerita panjang, penyutradaraan, pemeran, hingga bidang teknis perfilman.

Ketua Bidang Penjurian FFI 2024–2026, Budi Irawanto, menjelaskan bahwa komite tahun ini menyempurnakan sistem penjurian berdasarkan masukan dari berbagai pihak, tanpa mengurangi prinsip dasar kompetisi.

"Tahun ini komite FFI menyempurnakan sistem penjurian berdasarkan masukan berbagai pihak tanpa menghilangkan esensi demokratis, partisipatif, dan objektif dari sistem penjurian," ujar Budi dalam siaran langsung di kanal YouTube Festival Film Indonesia.

Budi menambahkan, proses seleksi calon penerima penghargaan pada tahap seleksi awal kedua melibatkan 35 perwakilan dari 13 asosiasi profesi. Sementara itu, penentuan akhir nominasi dilakukan oleh 85 anggota Akademi Citra.

Pada helatan tahun ini, sebanyak 531 karya didaftarkan sebagai peserta FFI 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 93 film cerita panjang, 177 film cerita pendek, 1 film animasi panjang, 57 film animasi pendek, 20 film dokumenter panjang, 73 film dokumenter pendek, serta 110 karya kritik film.

Berikut daftar lengkap nominasi penerima penghargaan FFI 2026:

Film Cerita Panjang Terbaik

"Dopamin"
"Ghost in The Cell"
"Na Willa"
"Operasi Pesta Copet"
"Para Perasuk"
Sutradara Terbaik

Bernardus Raka – "Nobody Loves Kay"
Edwin – "Monster Pabrik Rambut"
Joko Anwar – "Ghost in The Cell"
Kimo Stamboel – "Abadi Nan Jaya"
Wregas Bhanuteja – "Para Perasuk"
Pemeran Utama Pria Terbaik

Abimana Aryasatya – "Ghost in The Cell"
Angga Aldi Yunanda – "Para Perasuk"
Ardit Erwandha – "Tunggu Aku Sukses Nanti"
Marthino Lio – "Badut Gendong"
Nicholas Saputra – "Tukar Takdir"
Pemeran Utama Perempuan Terbaik

Baca Juga: Kemlu Tuntaskan 124 Ribu Kasus WNI, Menlu Arrmanatha Nasir Janji Perkuat Pelindungan

Christine Hakim – "Semua Akan Baik-Baik Saja"
Luisa Adreena – "Na Willa"
Marsha Timothy – "Tukar Takdir"
Meriam Bellina – "Senin Harga Naik"
Shenina Cinnamon – "Dopamin"
Pemeran Pendukung Pria Terbaik

Aming – "Ghost in The Cell"
Didik Nini Thowok – "Monster Pabrik Rambut"
Kristo Imanuel – "Operasi Pesta Copet"
Teuku Rifnu Wikana – "Dopamin"
Yoga Pratama – "Ghost in The Cell"
Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik

Kawai Labiba – "Operasi Pesta Copet"
Lydia Kandou – "Ikatan Darah"
Maudy Ayunda – "Para Perasuk"
Raihaanun – "Semua Akan Baik-Baik Saja"
Sarah Sechan – "Tunggu Aku Sukses Nanti"
Penulis Skenario Adaptasi Terbaik

Johanna Wattimena & Bernardus Raka – "Nobody Loves Kay"
Mouly Surya – "Tukar Takdir"
Ryan Adriandhy – "Na Willa"
Penulis Skenario Asli Terbaik

Evelyn Aprilia – "Tunggu Aku Sukses Nanti"
Joko Anwar – "Ghost in The Cell"
Rino Sarjono & Edy Khemod – "Operasi Pesta Copet"
Teddy Soeria Atmadja – "Dopamin"
Wregas Bhanuteja, Defi Mahendra, & Alicia Angelina – "Para Perasuk"
Pengarah Sinematografi Terbaik

Gunnar Nimpuno, I.C.S. – "Para Perasuk"
Ical Tanjung, I.C.S. – "Ghost in The Cell"
Vera Lestafa, I.C.S. – "Dopamin"
Yadi Sugandi – "Na Willa"
Yudi Datau, I.C.S. – "Semua Akan Baik-Baik Saja"
Pengarah Artistik Terbaik

Ahmad Zulkarnaen & Wahyu Efata – "Ikatan Darah"
Dennis Sutanto – "Ghost in The Cell"
Menfo Tantono – "Monster Pabrik Rambut"
Ong Hari Wahyu & Edy Wibowo – "Para Perasuk"
Rini Sri Handayani – "Na Willa"
Penata Suara Terbaik

Arief Budi Santoso & Fajar Yuskemal – "Abadi Nan Jaya"
Fery Setiawan – "Semua Akan Baik-Baik Saja"
Siti Asifa Nasution & Satrio Budiono – "Na Willa"
Sutrisno & Satrio Budiono – "Para Perasuk"
Waim Ahmad Fahreizi & Andre Harihandoyo – "Tunggu Aku Sukses Nanti"
Penata Musik Terbaik

Aghi Narottama – "Ghost in The Cell"
Aria Prayogi & Rahardian Winursito – "Badut Gendong"
Yennu Arienrra – "Para Perasuk"
Yudhi Arfani & Zeke Khaseli – "Nobody Loves Kay"
Yudhi Arfani & Zeke Khaseli – "Tukar Takdir"
Pencipta Lagu Tema Asli Terbaik

Alvin Witarsa – "Semua Akan Baik-Baik Saja" (Semua Akan Baik-Baik Saja)
Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa, & Anindyo Baskoro – "Sikilku Iso Muni" (Na Willa)
Ipang Lazuardi – "Tandeman" (Operasi Pesta Copet)
Sal Priadi – "Kepala, Pundak, Kerja Lagi" (Monster Pabrik Rambut)
Tony Dwi Setiaji & Joko Anwar – "The Town Was Gone" (Ghost in The Cell)
Penyunting Gambar Terbaik

Aline Jusria – "Dopamin"
Aline Jusria – "Operasi Pesta Copet"
Cesa David Luckmansyah – "Semua Akan Baik-Baik Saja"
Hendra Adhi Susanto – "Senin Harga Naik"
Ryan Purwoko – "Tunggu Aku Sukses Nanti"
Penata Efek Visual Terbaik

Abby Eldipie & Kalvin Irawan – "Ghost in The Cell"
Bintang Adi Pradana & Harris Reggy – "Monster Pabrik Rambut"
David A. Widya P, Concetta CFX, & Dalang Digital Studio – "Na Willa"
Gaga Nugraha Ramadhan – "Badut Gendong"
Mattebox Visualworks – "Abadi Nan Jaya"
Penata Busana Terbaik

Astrid Rosiana Ishak – "Na Willa"
Gemailla Gea Geriantiana – "Badut Gendong"
Gizza Ossiatzki – "Operasi Pesta Copet"
Monika Paska – "Ghost in The Cell"
Muthiara A. Revana – "Monster Pabrik Rambut"
Penata Rias Terbaik

Aktris Handradjasa – "Ikatan Darah"
Astrid Sambudiono (rias efek) & Albasirun Ucok – "Abadi Nan Jaya"
Eva Sheba – "Monster Pabrik Rambut"
Gunawan Saragih, Prio Prabu, & Cherry Irawan (rias efek) – "Badut Gendong"
Novie Ariyanti – "Ghost in The Cell"
Film Animasi Pendek Terbaik

"Calabai"
"Drowned in Internet"
"Enigma Wajah Arca"
"Nyanyian di Angkringan"
"Stories of Sahaba: Tahlah Ibn Ubaydullah - The Living Martyr"
Film Cerita Pendek Terbaik

"Amelia, Amelia"
"Dihapus dari Peta"
"Malam Sepanjang Nafas"
"Mothers are Mothering"
"αLPα"
Film Dokumenter Panjang Terbaik

"A Distorted Individual"
"I Saw Her in Motion"
"Planet of Love"
"The Last Supper (Whisper)"
"Tonggo Gedhek"
Film Dokumenter Pendek Terbaik

"Discordia"
"Mae Menjaga Masjid"
"Murdijati Gardjito"
"Shard Objects"
"Sino"
Karya Kritik Film Terbaik

"Antara Adat dan Aparat: Menyisir Spiritualitas dan Represi di Kabut Berduri" (2024) – Gladhys Elliona
"Dunia Setinggi Mata Na Willa" – Sony Triantoro
"Kerja-kerja Sineas Mengekalkan Politik Dinasti di Abadi Nan Jaya" – Yulaika Romadhani
"Melankolia dalam Aruna dan Lidahnya" – Anton Kurnia
"Tubuh dan Ruang yang Hilang dalam Pangku" – I Ngurah Gede Adi Putra
 (ANtara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT BYD Motor Indonesia resmi mengubah nama merek Denza menjadi Danza per 1 Oktober 2026 akibat sengketa merek. BYD pasti...

news | 16:30 WIB

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan penghentian ekspor benih bening lobster (BBL) berlaku selamanya. Pemerintah...

news | 16:34 WIB

Arrmanatha Nasir resmi menerima jabatan Menlu RI dari Sugiono di Gedung Pancasila Kemlu. Sugiono kini mengemban amanat b...

news | 13:00 WIB

Kemenag kembangkan Kurikulum Cinta bernuansa ekoteologi untuk menanamkan kesadaran merawat lingkungan dan kasih sayang s...

news | 12:30 WIB

Komisi III DPR mendukung rotasi ratusan pejabat Polri oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, namun mengingatkan penting...

news | 12:18 WIB