Kemlu Tuntaskan 124 Ribu Kasus WNI, Menlu Arrmanatha Nasir Janji Perkuat Pelindungan

Menlu Arrmanatha Nasir menegaskan pelindungan WNI tetap jadi prioritas usai Kemlu tuntaskan 124 ribu kasus. Simak arah diplomasi dan kerja sama strategis RI.

Elara | MataMata.com
Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:00 WIB
Kemlu Tuntaskan 124 Ribu Kasus WNI, Menlu Arrmanatha Nasir Janji Perkuat Pelindungan

Kemlu Tuntaskan 124 Ribu Kasus WNI, Menlu Arrmanatha Nasir Janji Perkuat Pelindungan

matamata.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir menegaskan bahwa pelindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri akan terus menjadi prioritas utama di bawah kepemimpinannya. Komitmen ini disampaikan setelah Kemlu berhasil menyelesaikan sekitar 124 ribu kasus WNI dalam dua tahun terakhir.

"Sejak 2024 hingga September tahun ini, Kementerian Luar Negeri telah menyelesaikan sekitar 124 ribu kasus yang melibatkan WNI di luar negeri," ujar Arrmanatha dalam pernyataan pers perdana usai serah terima jabatan dari Sugiono di Jakarta, Senin (13/10).

Arrmanatha menekankan bahwa di balik angka tersebut, ada keluarga dan orang tua yang menanti kepulangan anak-anak mereka dengan selamat. Oleh karena itu, demi menjaga prioritas pelindungan ini, Kemlu akan mempercepat respons penanganan krisis serta memperkuat integrasi layanan digital bagi WNI.

"Paspor Indonesia harus berarti satu hal: di mana pun Anda berada, negara senantiasa ada di belakang Anda," tegasnya.

Menurut Arrmanatha, langkah pelindungan WNI merupakan pengejawantahan dari amanat UUD 1945 untuk melindungi segenap bangsa Indonesia. Amanat tersebut akan terus dijadikan dasar diplomasi berprinsip bagi Indonesia.

Selain pelindungan WNI, jaminan keamanan warga negara juga menjadi kontribusi nyata Kemlu dalam mendukung ketahanan nasional, yang merupakan prioritas diplomasi dan ekonomi Indonesia. Ia memastikan diplomasi Indonesia akan terus dioptimalkan demi menyukseskan agenda strategis kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan memajukan prioritas pembangunan nasional.

Arrmanatha turut menyoroti sejumlah kerja sama strategis yang telah terjalin dengan negara-negara sahabat. Di antaranya adalah optimalisasi produksi beras bersama Jepang dan Korea Selatan, serta pengembangan peternakan sapi perah dengan Vietnam.

Di sektor energi dan teknologi, Indonesia menjajaki pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT) dan panas bumi bersama Jepang, serta pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi dengan China.

Kemlu RI akan memastikan seluruh kerangka kerja sama yang ada maupun yang sedang disusun dapat diterjemahkan menjadi aksi konkret yang bermanfaat bagi ketahanan nasional Indonesia dan para mitra kerja sama. (Antara)

Baca Juga: Targetkan 10 Besar Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Bertolak ke Jepang

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT BYD Motor Indonesia resmi mengubah nama merek Denza menjadi Danza per 1 Oktober 2026 akibat sengketa merek. BYD pasti...

news | 16:30 WIB

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan penghentian ekspor benih bening lobster (BBL) berlaku selamanya. Pemerintah...

news | 16:34 WIB

Arrmanatha Nasir resmi menerima jabatan Menlu RI dari Sugiono di Gedung Pancasila Kemlu. Sugiono kini mengemban amanat b...

news | 13:00 WIB

Kemenag kembangkan Kurikulum Cinta bernuansa ekoteologi untuk menanamkan kesadaran merawat lingkungan dan kasih sayang s...

news | 12:30 WIB

Komisi III DPR mendukung rotasi ratusan pejabat Polri oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, namun mengingatkan penting...

news | 12:18 WIB