Turis Asing Makin Gemar 'Nge-QRIS', Transaksi Digital Lintas Negara di Sulut Capai Rp2,4 Miliar

BI Sulawesi Utara mencatat transaksi QRIS antarnegara mencapai Rp2,4 miliar hingga Agustus 2026. Pembayaran digital ini dorong pertumbuhan UMKM dan pariwisata lokal.

Elara | MataMata.com
Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB
Turis Asing Makin Gemar 'Nge-QRIS', Transaksi Digital Lintas Negara di Sulut Capai Rp2,4 Miliar

Turis Asing Makin Gemar 'Nge-QRIS', Transaksi Digital Lintas Negara di Sulut Capai Rp2,4 Miliar

matamata.com - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) mencatat nilai transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) antarnegara di daerah tersebut mencapai Rp2,4 miliar hingga Agustus 2026.

Capaian ini menunjukkan meluasnya pemanfaatan sistem pembayaran digital lintas negara di tengah geliat aktivitas pariwisata Sulawesi Utara.

Kepala BI Perwakilan Sulut, Joko Supratikto, menjelaskan bahwa besarnya nilai transaksi tersebut mencerminkan potensi pasar wisatawan mancanegara (wisman) yang kian terbiasa dengan pembayaran nontunai.

"Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan pembayaran digital lintas negara di tengah tingginya aktivitas pariwisata di Sulut," ujar Joko di Manado, Minggu (4/10/2026).

Menurut Joko, konektivitas pembayaran QRIS antarnegara memberikan kemudahan bagi turis asing selama berlibur di Sulut. Wisatawan kini dapat dengan mudah bertransaksi untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari berbelanja produk lokal hingga menikmati wisata kuliner.

"Kemudahan pembayaran lintas negara ini membuka peluang besar bagi UMKM, pelaku ekonomi kreatif, hingga sektor pariwisata untuk menerima transaksi dari wisatawan mancanegara secara lebih praktis," tambahnya.

Penggunaan QRIS antarnegara juga dinilai efektif memperluas inklusi keuangan digital di daerah. Makin banyaknya merchant lokal yang menerima QRIS membuat wisman memiliki lebih banyak pilihan pembayaran tanpa bergantung penuh pada uang tunai.

Guna mengoptimalkan dampak ekonomi dari sektor pariwisata, BI mendorong penguatan akseptasi QRIS antarnegara di berbagai titik krusial. Perluasan ini difokuskan pada kawasan wisata, pusat kuliner, sarana transportasi, hingga sentra-sentra UMKM.

Langkah ini diharapkan tak hanya mendukung sektor akomodasi, tetapi juga mempercepat perputaran ekonomi lokal secara lebih inklusif di Sulawesi Utara. (Antara)

Baca Juga: Rayakan 10 Tahun di JIExpo, Indonesia Comic Con Jadi Panggung Ekonomi Kreatif Akhir Pekan

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

BI Sulawesi Utara mencatat transaksi QRIS antarnegara mencapai Rp2,4 miliar hingga Agustus 2026. Pembayaran digital ini ...

news | 07:00 WIB

Komisi I DPR RI menilai reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah evaluasi kinerja dan dorongan agar p...

news | 11:45 WIB

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merotasi pejabat utama Mabes Polri. Irjen Asep Safrudin resmi diangkat menjadi ...

news | 11:30 WIB

OJK Sulutgo mengimbau mahasiswa agar tidak tergiur investasi bodong berkedok cuan cepat. Kenali ciri investasi ilegal da...

news | 11:15 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengusulkan dana cadangan Rp4,6 triliun dari rerata SiLPA demi menjaga stabilitas dan...

news | 10:47 WIB