Cadangan Beras Bulog 4,8 Juta Ton, Titiek Soeharto Tegaskan Stok Aman Tanpa Impor

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto memastikan cadangan beras Bulog sebesar 4,8 juta ton aman untuk kebutuhan nasional dan diproduksi tanpa impor.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:17 WIB
Cadangan Beras Bulog 4,8 Juta Ton, Titiek Soeharto Tegaskan Stok Aman Tanpa Impor

Cadangan Beras Bulog 4,8 Juta Ton, Titiek Soeharto Tegaskan Stok Aman Tanpa Impor

matamata.com - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) menegaskan cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog mencapai 4,8 juta ton. Jumlah ini dinilai sangat memadai untuk mencegah kekhawatiran masyarakat terkait risiko kelangkaan pangan di seluruh Indonesia.

"Kebutuhan beras untuk seluruh Indonesia bisa punya cadangan yang cukup. Sekarang cadangan berasnya 4,8 juta ton per hari ini, jadi tidak usah khawatir kita akan mengalami kelangkaan beras," kata Titiek saat memantau ketersediaan dan harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Jumat (2/10).

Dalam kunjungan kerja bersama Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal tersebut, Titiek menekankan bahwa kecukupan stok menjadi kunci utama dalam mengendalikan harga pasar agar tidak berfluktuasi secara liar. Cadangan yang melimpah juga berfungsi sebagai antisipasi jika terjadi lonjakan pemakaian di tingkat konsumen.

"Kalau stoknya banyak berarti harganya bisa terkendali, tidak fluktuasi, dan tidak ada lagi pihak yang bisa mengatur-atur harga beras sampai tinggi hingga tidak terjangkau oleh konsumen," tegasnya.

Titiek mengapresiasi peningkatan produksi beras dalam negeri yang mampu memenuhi kebutuhan nasional tanpa perlu bergantung pada pasokan impor. Menurutnya, seluruh pasokan yang beredar di pasar saat ini merupakan hasil panen petani lokal.

"Yang penting kita tidak impor lagi, semuanya sudah diproduksi dalam negeri. Tidak ada kelangkaan beras, stoknya ada terus, termasuk beras favorit konsumen juga tersedia," ujar Putri Presiden Ke-2 RI tersebut.

Lebih lanjut, ia berharap tingginya penyerapan hasil panen dalam negeri ini membawa dampak positif langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para petani. Namun, Titiek menyematkan catatan agar pengelolaan cadangan nasional ini diimbangi dengan sistem distribusi yang efektif dari produsen hingga ke pengecer.

"Masalah beras ini bukan hanya ketersediaan stok, tetapi bagaimana didistribusikan dari produsen dan Bulog ke pasar secara efektif dan efisien sampai ke tangan konsumen," pungkas Titiek. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto memastikan cadangan beras Bulog sebesar 4,8 juta ton aman untuk kebutuhan nasiona...

news | 13:17 WIB

Presiden Prabowo Subianto menggelar reshuffle kabinet ke-7. Jenderal Suyudi Ario Seto resmi dilantik jadi Kapolri baru m...

news | 10:30 WIB

Pemerintah AS mendesak Uni Eropa segera melepaskan cadangan solar guna mengatasi kelangkaan energi global dan menstabilk...

news | 10:00 WIB

Pertamina Sulawesi mengimbau warga menjaga kerahasiaan dan rutin mereset QR Code BBM Subsidi Tepat di aplikasi MyPertami...

news | 09:30 WIB

Kuasa hukum Silmy Karim, Soleman Ponto, meminta KPK membuktikan tuduhan pemerasan pengurusan izin tinggal WNA dan aliran...

news | 08:00 WIB