Prabowo Bentuk BPGMN: Strategi Baru Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut

Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk mencegah karhutla melalui integrasi riset ilmuwan, teknologi, dan masyarakat.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 25 September 2026 | 13:21 WIB
Prabowo Bentuk BPGMN: Strategi Baru Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut

Prabowo Bentuk BPGMN: Strategi Baru Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut

matamata.com - Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) sebagai langkah strategis memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang di Indonesia.

Pembentukan badan baru ini diputuskan usai Presiden berdiskusi dengan sejumlah akademisi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa BPGMN dirancang untuk memperkuat sistem pencegahan berbasis sains dan teknologi modern, mulai dari riset mendalam, pemetaan wilayah rawan, hingga pemantauan titik panas (hotspot) secara real-time.

"Badan ini akan melibatkan para ilmuwan dan profesional agar pengelolaan kawasan gambut dilakukan berdasarkan pengetahuan dan kajian yang lebih komprehensif, sekaligus mendukung upaya pencegahan karhutla sejak dini," ujar Teddy dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Selain fokus pada ranah pencegahan dan riset, pemerintah juga memperkuat kapasitas penanganan di lapangan. Teddy menjelaskan, Satuan Tugas (Satgas) Darat akan dioptimalkan guna memberikan respons cepat dan langsung saat potensi kebakaran terdeteksi di lokasi.

Dukungan sarana dan prasarana penunjang turut disiapkan, salah satunya lewat optimalisasi pemanfaatan pompa air portabel serta pembuatan sumur bor dangkal di kawasan gambut yang rawan terbakar.

Tak hanya mengandalkan teknologi dan aparatur negara, pemerintah juga melibatkan kelompok Masyarakat Peduli (MPA) serta perangkat desa setempat sebagai garda terdepan penanganan awal di lapangan.

"Dengan mempertemukan pengetahuan para ilmuwan, teknologi, dan pengalaman masyarakat di lapangan, pengelolaan gambut diharapkan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh, sekaligus menjaga ekosistem dan mencegah karhutla agar tidak terus berulang," tegas Teddy.

Melalui BPGMN, pemerintah mendorong ekosistem pengelolaan gambut yang terintegrasi secara utuh, mulai dari tindakan preventif, deteksi dini, hingga respons cepat penanggulangan kebakaran. (Antara)

Baca Juga: Menlu Sugiono Wakili Indonesia Tandatangani Konvensi Kejahatan Siber PBB

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk mencegah karhutla m...

news | 13:21 WIB

Indonesia resmi menandatangani Konvensi Siber PBB di New York. Langkah ini memperkuat penegakan hukum terhadap judi onli...

news | 12:49 WIB

Presiden Prabowo Subianto menelepon langsung Timnas Bulu Tangkis Indonesia yang meraih medali emas pertama di Asian Game...

news | 11:45 WIB

Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral Timor-Leste (BCTL) menjajaki kerja sama QRIS Antarnegara dan sistem pembayaran digi...

news | 12:22 WIB

Menkomdigi Meutya Hafid mendesak Meta mempercepat penonaktifan akun anak di bawah 16 tahun di Instagram, Facebook, dan T...

news | 09:49 WIB