Cegah Karhutla, Mensesneg: Buka Lahan Pakai Alat Berat Dibantu Pemerintah, Jangan Dibakar

Pemerintah siapkan anggaran khusus dan bantuan alat berat bagi warga yang ingin membuka lahan tanpa membakar demi mencegah karhutla.

Elara | MataMata.com
Kamis, 24 September 2026 | 13:45 WIB
Cegah Karhutla, Mensesneg: Buka Lahan Pakai Alat Berat Dibantu Pemerintah, Jangan Dibakar

Cegah Karhutla, Mensesneg: Buka Lahan Pakai Alat Berat Dibantu Pemerintah, Jangan Dibakar

matamata.com - Pemerintah menyiapkan anggaran khusus dan bantuan alat berat bagi masyarakat yang hendak membuka lahan. Langkah ini diambil untuk mencegah praktik pembakaran lahan yang menjadi pemicu utama kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, warga yang membutuhkan bantuan untuk membersihkan lahan dapat melapor ke aparat setempat agar tidak perlu menggunakan cara membakar.

"Presiden sudah memerintahkan, jika rakyat mau buka lahan dan butuh alat berat, lebih baik lapor ke aparat. Nanti dibantu dan kita siapkan anggaran khusus. Intinya jangan buka lahan dengan bakar-bakar, kerugian kita lebih besar," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/9).

Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah menggelar rapat terbatas (ratas) mitigasi Karhutla dengan melibatkan sejumlah ahli. Ratas ini bertujuan merumuskan strategi jangka panjang agar bencana tahunan ini tidak terus berulang.

Selain pencegahan fisik, pemerintah juga menyoroti pentingnya edukasi sejak dini. Prasetyo menyebut materi pencegahan Karhutla kini diusulkan masuk ke dalam kurikulum muatan lokal (mulok) hingga pendidikan agama.

"Edukasi penting karena kebakaran harus dicegah dari sumbernya. Kemarin sudah kita minta masuk ke kurikulum mulok dan pendidikan agama sejak dini. Segala cara harus ditempuh," jelasnya.

Dari sisi kesiapsiagaan darurat, pemerintah terus memperkuat armada pemadaman. Selain telah memesan pesawat pemadam model Beriev, pemerintah mengandalkan pengadaan sekitar 2.000 unit truk pemadam kebakaran yang telah dibeli pada tahun sebelumnya.

"Untung tahun lalu kita sudah nekat beli sekitar 2.000 unit truk pemadam kebakaran, dan terbukti sekarang sangat dibutuhkan di berbagai wilayah," pungkas Prasetyo. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pemerintah siapkan anggaran khusus dan bantuan alat berat bagi warga yang ingin membuka lahan tanpa membakar demi menceg...

news | 13:45 WIB

DPR RI meminta Komisi XIII mendalami temuan Ombudsman terkait dugaan fasilitas mewah berstandar apartemen dan miras di L...

news | 13:30 WIB

Pemerintah berkomitmen merealisasikan insentif motor listrik Rp3 juta pada tahun 2026. Pencairan kini tinggal menunggu p...

news | 13:15 WIB

DPR RI memastikan seluruh usulan revisi UU Pemilu dari parpol parlemen, nonparlemen, hingga publik akan ditampung Komisi...

news | 13:00 WIB

Ketua Umum Partai Demokrat AHY mengapresiasi keberanian anak muda yang masuk ke dunia politik dan mengajak mereka membaw...

news | 09:30 WIB