Kejagung Tegaskan Najelaa Shihab Tidak Satu Grup WhatsApp dengan Nadiem Makarim

Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan bahwa Najelaa Shihab tidak berada dalam grup WhatsApp yang sama dengan Nadiem Makarim, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudr

Elara | MataMata.com
Rabu, 29 Oktober 2025 | 07:15 WIB
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna berbicara dengan awak media di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (28/10/2025). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna berbicara dengan awak media di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (28/10/2025). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

Matamata.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan bahwa Najelaa Shihab tidak berada dalam grup WhatsApp yang sama dengan Nadiem Makarim, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2019–2022.

“Saya konfirmasi bahwa terkait (Najelaa Shihab) di grup, itu tidak ada,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, di Jakarta, Selasa (28/10).

Anang juga menyampaikan bahwa hingga saat ini penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) belum memeriksa Najelaa Shihab sebagai saksi dalam perkara tersebut.

“Sampai saat ini belum ada pemanggilan terhadap Najelaa Shihab,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan tim kuasa hukum Nadiem Makarim yang sebelumnya menyebut Najelaa berada dalam grup WhatsApp yang sama, Anang mengatakan bahwa penyampaian informasi oleh pihak kuasa hukum merupakan hak mereka.

“Silakan saja penasihat hukum bicara apa pun, tapi yang menentukan bukan opini atau pendapat di luar pengadilan. Yang menentukan seseorang bersalah atau tidak adalah fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan,” tutur Anang.

Sebelumnya, pada Senin (27/10), kuasa hukum Nadiem Makarim, Tabrani Abby, menyatakan bahwa Najelaa Shihab berada dalam grup WhatsApp bernama Edu Org yang kemudian berganti nama menjadi Mas Menteri Core Team dan Education Council. Grup tersebut, menurut dia, beranggotakan Nadiem Makarim, para ahli pendidikan, ahli IT, serta staf khusus Nadiem, yakni Jurist Tan dan Fiona Handayani.

“Di situ ada Jurist Tan, ada Fiona, ada Najelaa, dan lain-lain yang membahas hal yang sama,” kata Abby.

Menurut Abby, peran Najelaa dalam grup tersebut adalah memberikan gagasan atau masukan kepada Kemendikbudristek.

Secara terpisah, Najelaa Shihab yang juga merupakan pendiri Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) membenarkan bahwa dirinya berada di beberapa grup WhatsApp bersama Nadiem Makarim dan sejumlah pihak terkait pendidikan.

Baca Juga: Skincare hingga Self-Love, 'Beauty Beyond Boundaries' Jadi Ruang Baru untuk Rayakan Kecantikan

“Saya bersama total puluhan orang lainnya berada di beberapa grup WhatsApp bersama Nadiem Makarim maupun mitra-mitra pendidikan independen dan eksternal, serta pejabat-pejabat kementerian selain Nadiem Makarim,” ujarnya.

Najelaa menjelaskan bahwa keberadaannya dalam grup tersebut bertujuan membahas saran, rekomendasi, dan kajian kebijakan pendidikan sesuai peran PSPK dalam mendukung kementerian, antara lain mengenai pengembangan kurikulum dan penerimaan peserta didik baru.

Namun, Najelaa membantah terlibat dalam pembahasan apa pun yang berkaitan dengan pengadaan Chromebook maupun peralatan teknologi informasi di Kemendikbudristek.

“Program ini bukan bagian dari lingkup pekerjaan PSPK, yang berfokus pada substansi kebijakan pendidikan, bukan sarana dan prasarana,” katanya menegaskan.

Sebelumnya, Kejagung mengungkap bahwa pada Agustus 2019, mantan staf khusus Nadiem Makarim, Jurist Tan, bersama Nadiem dan Fiona Handayani, membentuk grup WhatsApp Mas Menteri Core Team yang membahas rencana program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek jika Nadiem diangkat menjadi menteri. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT Pupuk Indonesia sediakan 6 Mobil Uji Tanah gratis di Sumatera. Bantu petani hemat pupuk hingga 30% dan tingkatkan has...

news | 16:10 WIB

DPP PDIP Said Abdullah menegaskan posisi politik PDIP sebagai penyeimbang objektif untuk pemerintahan Presiden Prabowo S...

news | 12:15 WIB

Simak susunan pemain resmi Turki vs Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026. Turki andalkan Arda Guler dan Kenan Yildiz seja...

news | 10:30 WIB

KPK tegaskan tak akan duplikasi pengusutan kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasiona...

news | 07:15 WIB

Roy Suryo dan Dokter Tifa terpaksa menjalani rawat inap di RS Polri Kramat Jati usai ditangkap Polda Metro Jaya pada Jum...

news | 06:00 WIB

Pemerintah mempercepat Program BSPS (bedah rumah) dengan target 400 ribu unit di 2026. Simak strategi Menteri PKP Maruar...

news | 14:53 WIB

Produk kopi Indonesia sukses meraup potensi transaksi hingga Rp66 miliar di ajang World of Coffee Bangkok 2026. Pasar Th...

news | 13:42 WIB

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan pemerintah berkomitmen mempercepat RUU Perampasan Aset, namun kini keputus...

news | 13:37 WIB

Wakil Presiden Gibran Rakabuming tiba di Gorontalo untuk membuka PENAS XVII 2026 dan meninjau PSN Bendungan Bulango Ulu ...

news | 12:00 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Depok selama libur sekolah 2...

news | 11:15 WIB