Seleb

Nama Felicia Tissue Dimanfaatkan Penipu, Ibu Turun Tangan

Ibu Felicia Tissue langsung bertindak begini.

Tinwarotul Fatonah | Rena Pangesti

Felicia Tissue dan ibunya. (Instagram/@felicia_tissue)
Felicia Tissue dan ibunya. (Instagram/@felicia_tissue)

Matamata.com - Nama Felicia Tissue dimanfaatkan oknum untuk melakukan penipuan. Si penipu, membuat akun mantan pacar Kaesang Pangarep dan menjebak korban.

Salah satu netizen rupanya telah menjadi korban penipuan dan mengadukan kepada ibu Felicia Tissue, Meilia Lau. Ia mengunggah percakapan dengan oknum tersebut serta melampirkan bukti transfer uang.

Sayang, dalam cuplikan pesan itu si korban tidak menceritakan perihal modus yang dilakukan penjahat.

Felicia Tissue. (Instagram/@felicia_tissue)
Felicia Tissue. (Instagram/@felicia_tissue)

"Kak, itu sudah aku transfer. Sandi akunnya kapan dikasih?" tanya si korban kepada oknum tersebut dalam pesan di Insta Story Meilia Lau, Jumat (9/4/2021).

Merujuk pada pesan ini, ibu Felicia Tissue menegaskan anaknya tidak melakukan kejahatan tersebut.

"Itu semua akun palsu, hati-hati penipuan. Ini saya dapat dari follower yang dipikir itu adalah akun Felicia," kata Meilia Lau.

Dalam kesempatan itu, Meilia Lau menegaskan putrinya tidak memiliki Instagram. Sehingga saat ada orang yang menggunakan namanya, ia memastikan sosok itu bukan Felicia Tissue.

"Saat ini Felicia belum ada akun IG. Hati-hati banyak akun palsu mengatasnamakan Felicia Tissue dengan foto profilnya," tuturnya.

Felicia Tissue. (Instagram/@felicia_tissue)
Felicia Tissue. (Instagram/@felicia_tissue)

Meilia Lau akan menginformasikan apabila putrinya memiliki Instagram. Sehingga bisa meminimalisir namanya yang dimanfaatkan orang lain.

"Apabila sudah ada kembali, akan saya kabari bagi yang menunggu Felicia," kata Meilia Lau.

Meilia Lau memang menjadi sosok yang selalu menjadi garda terdepan untuk Felicia Tissue. Contohnya saja saat ia membela mati-matian sang putri yang ditinggalkan anak  bungsu Presiden Joko Widodo.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report