Seleb

4 Kontroversi Buku Diet Tya Ariestya, Ahli Gizi Beri Kritik Pedas

Tya Ariestya menyebut sayuran bisa menghambat penurunan berat badan.

Yohanes Endra | Yuliani

Tya Ariestya. (Instagram/@tya_ariestya)
Tya Ariestya. (Instagram/@tya_ariestya)

Matamata.com - Tya Ariestya telah menurunkan berat badannya pasca melahirkan anak kedua sebanyak 23 kilogram dalam 4 bulan. Kisah diet Tya Ariestya itu pun ia tuliskan dalam buku menurunkan berat badan berjudul The Journey of #FitTyaAriestya.

Hanya saja, buku diet tersebut justru menuai kontroversi karena beberapa keterangan di dalamnya yang justru tak sesuai gaya hidup sehat. Salah satu yang paling krusial adalah 'tanpa makan sayuran' hingga membuat komentar ahli gizi dan ramai di twitter.

Tya Ariestya (Instagram/@tya_ariestya)
Tya Ariestya (Instagram/@tya_ariestya)

"Awalnya bingung kenapa beberapa pasien mulai tanya, "Mba, emang sayuran bikin gemuk ya?" respon pertama, terpikir paling tabu budaya biasa pada beberapa orang. Makin lama, tambah banyak pertanyaan serupa. lalu ketemulah salah satu penyebabnya. Yaitu sebuah buku diet yang viral," tulis akun @gizipedia_id dikutip dari twitter, Rabu (3/3/2021).

Akun yang juga menautkan situs pemerintah gizipedia.org di keterangan bio itu memang kerap membahas soal gizi dan kesehatan. Akun tersebut lantas mereview beberapa isi buku tersebut yang dirasa melenceng dari kaidah gizi, termasuk melewatkan sayuran dalam menu sehari-hari hanya karena Tya Ariestya tak suka makan sayur.

Dalam cuitannya, akun tersebut mengaku hanya bermaksud meluruskan beberapa pandangan agar masyarakat awam tidak salah paham dan meniru tak makan sayur. Termasuk tidak mengikuti diet yang terlalu ekstrem. Berikut rangkuman kontroversi buku diet Tya Ariestya.

Tya Ariestya (Instagram/@tya_ariestya)
Tya Ariestya (Instagram/@tya_ariestya)

1.Menyebut Sayur Sebagai Penghambat Penurunan Berat Badan

Diet Tya Ariestya melewatkan sayuran pada menunya hanya karena Tya tak suka makan sayur dan dokternya tak mempermasalahkannya. Dalam kutipan yang dilansir, bahkan Tya menyebut sayuran bisa menghambat penurunan berat badan.

"'Oh iya, tau gak sih, kalau sayur bisa menghambat penurunan BB loh,' speechles," dilansir dari akun @gizipedia_id

Hal ini pun membuat para ahli gizi merasa kecewa karena selama ini masyarakat Indonesia mati-matian diedukasi pentingnya serat dan gizi dalam sayuran. Bahkan cara kerja serat pangan yang dijelaskan dalam buku tersebut salah, bahwa sayuran, makanan berserat mengganggu bakteri baik dalam tubuh dan menyebabkan perut kembung.

2. Diet terlalu ekstrem

Secara detail @gizipedia_id menjabarkan kejanggalan yang ada di buku Tya Ariestya. Tertulis bahwa sehari-harinya, Tya Ariestya hanya makan nasi 2 sendok, buah melon dan putih telur dengan tambahan multivitamin dan omega 3. Di mana, total kalori yang dikonsumsi kurang dari 500 kalori.

3. Penjelasan dokter diragukan

Tak hanya isi buku yang dinilai terlalu ekstrem, data dokter yang menganalisis anjuran diet tersebut juga diragukan. Akun @gizipedia_id mengungkapkan jika dokter yang menangani Tya Ariestya bukan dokter gizi melainkan dokter yang bekerja di klinik kecantikan.

4. Testimoni Keberhasilan Diet dipertanyakan

Karena diet pola ini sudah banyak yang melakukannya, @gizipedia_id semakin menjabarkan seputar diet ala Tya Ariestya. Ahli gizi asli dijelaskan tidak akan membutuhkan testimoni keberhasilan diet, namun butuh bukti ilmiah. Testimoni keberhasilan diet disebut merupakan bagian dari strategi marketing.

Cuitan tersebut rupanya menyuarakan beberapa pertanyaan dari warga twitter. Cara diet Tya Ariestya bahkan disebut membuat kebodohan karena memantang sayuran sebagai menu dan sedikit kalori sehingga membuat susah buang air besar (BAB).

"punya temen yang kebetulan sahabatnya artis dan lagi jalanin diet artis tsb. Dia udah jalanin diet ini 1 bulan, dia bilang "udah seminggu gak pup dan hal ini bagus karena berarti makanan yg dia makan terserap dengan maks makannya nggak jd tai, huft " komentar @shintaastywati sebagai balasan utas tersebut.

"yasalaaamm dikira dia bayi asi eksklusif, kalo bayi iya ga pup 2 minggu ga masalah krna asi keserap, lha kalo lota malah nimbun sampah" @irdaahaha

"gila bisa bisanya nggak poop dibilang sehat dan makanan terserap, ini ilmu darimana zzzz" @mantanbucin

"lagi bayangin nasi ngetawain sayuran, "lo ngerti kan sekarang rasanya jadi gue?ha!" balas dr.Dion Haryadi

"Makan sedikit kayak gitu apa ngga bikin rambut rontok ya?," komentar @DDiva2020.

Komentar itu kemudian dibalas oleh warganet lain. "Iya kak, rontok, ngga haid, kuku rapuh, kukit kusam, gerd, banyak lah. makannya jauh dibawah BMR rata² orang dewasa. makan 1200 kcal sehari aja masih kurang apalagi meal plan itu mostly 500-800 kcal doank 800 kcal udah dilebihin banyak nasinya sama kecap, tp banyak yg ngikutin," tulis @aqeirius

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report