Seleb

Jelang Diperiksa Polisi Terkait Kasus Suami, Postingan Nindy Ayunda Disorot

Nindy Ayunda menyemangati diri sendiri lewat Insta Story sebelum memenuhi panggilan polisi.

Yoeni Syafitri Sekar Ayoe | Rena Pangesti

Nindy Ayunda (Instagram/@nindyparasadyharsono)
Nindy Ayunda (Instagram/@nindyparasadyharsono)

Matamata.com - Pada hari ini, Senin (18/1/2021), penyanyi Nindy akan diperiksa polisi terkait kasus narkoba yang menjerat suaminya, Askara Parasady Harsono di Polres Metro Jakarta Barat. 

Nindy sempat menyemangati diri sendiri lewat Insta Story sebelum memenuhi panggilan polisi. Pelantun Buktikan ini mengutip kalimat dari salah satu postingan akun Instagram. "There will be better days. So please find strength in the wait," kata Nindy, Senin (18/1/2021).

Nindy Ayunda (Instagram/@nindyparasadyharsono)
Nindy Ayunda (Instagram/@nindyparasadyharsono)

Dia seolah optimis akan ada hari-hari baik yang bakal didapatkan melalui kalimat tersebut. Kuncinya adalah dengan menemukan kekuatan dalam diri sendiri dan menunggu.

Kabar soal pemeriksaan Nindy terhadap kasus suaminya, Askara telah dikonfirmasi Kanit I Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKP Arif Purnama Oktora. Penyanyi 32 tahun itu berstatus sebagai saksi, sementara sang suami sudah ditetapkan tersangka.

"Jadwal jam 10 pagi," kata Arif dihubungi, Minggu (17/1/2021) malam. "Cuma belum ada konfirmasi dia (Nindy Ayunda) hadirnya jam berapa," ujarnya lagi.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Ronaldo Maradona Siregar mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat pemanggilan terhadap Nindy.

Nindy diminta untuk memberikan kesaksian terkait kasus suaminya dalam surat tersebut. Bukan hanya soal narkoba, tapi juga senapan api yang ditemukan di rumah Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Suami Nindy, Askara Parasady Harsono ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, 7 Januari 2021.

Nindy Ayunda (Instagram/@nindyparasadyharsono)
Nindy Ayunda (Instagram/@nindyparasadyharsono)

Beberapa barang bukti yang disita petugas, diantaranya satu butir happy five, satu plastik kecil setengah butir jenis happy five, alat hisap, dan senjata api beserta 50 peluru.

Askara diketahui positif mengandung amfetamin dan metamfetamin yang merupakan jenis zat aditif pada narkotika dari hasil tes urine.

Untuk itu, ia pun ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 62 tentang Psikotropika. Ancaman hukuman bagi Askara Parasady Harsono maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report