Seleb

Ernest Prakasa dan Istri Raih Piala untuk Penulis Skenario Adaptasi Terbaik

Pasangan Ernest Prakasa dan Meira Anastasia akhirnya berhasil meraih kemenangan.

Yoeni Syafitri Sekar Ayoe | Rena Pangesti

Ernest Prakasa dan istrinya, Meira Anastasia. (Instagram/@ernestprakasa)
Ernest Prakasa dan istrinya, Meira Anastasia. (Instagram/@ernestprakasa)

Matamata.com - Pada Sabtu (5/12/2020) malam, gelaran Festival Film Indonesia (FFI) ke-40 resmi dibuka dengan penampilan Lyodra dan aksi teatrikal di Plennary Hall, JCC, Jakarta Pusat. 

Aktris Asmara Abigail bersama presenter ternama Daniel Mananta membacakan nominasi pertama, film Animasi Pendek Terbaik. 

"Pemenang untuk kategori film animasi pendek terbaik, diberikan kepada  Prognosis karya sutradara Ryan Adriandhy," ujar Daniel Mananta dan Asmara Abigail.

Joko Anwar (Suara.com/Sumarni)
Joko Anwar (Suara.com/Sumarni)

Film Jemari yang Menari di Atas Luka-Luka untuk kategori Film Cerita Pendek Terbaik kembali meraih Piala Citra lainnya.  Sisi menegangkan hadir di nominasi Penulis Skenario Adaptasi Terbaik. Sebab hanya ada dua nominator di kategori ini.

Ernest Prakasa bersama istrinya, Meira Anastasia sebagai penulis di film Imperfect, bersaing dengan Joko Anwar pada film Ratu Ilmu Hitam.

Pasangan Ernest Prakasa dan sang istri akhirnya berhasil meraih kemenangan. Ini menjadi Piala Citra pertama mereka di gelaran tahun ini. Sayangnya, keduanya tak bisa hadir lantaran masih berada di Bali.

Ernest Prakasa dan istri, Meira Anastasia (Instagram/@ernestprakasa)
Ernest Prakasa dan istri, Meira Anastasia (Instagram/@ernestprakasa)

Selain tiga penghargaan tersebut, pemenang lain di FFI telah diumumkan. Penulis Skenario Asli Terbaik dimenangkan Adriyanto Dewo di film Mudik serta Penata Efek Visual Terbaik oleh Gaga Nugraha di Ratu Ilmu Hitam.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report