Seleb

Ashanty Marah Besar saat Aurel Dibuat Menangis Oleh Atta Halilintar

Menurut pengakuannya, Aurel dipaksa Atta Halilintar untuk mencoba wahana itu.

Yohanes Endra

Aurel dan Ashanty. (YouTube/The Hermansyah A6)
Aurel dan Ashanty. (YouTube/The Hermansyah A6)

Matamata.com - Ashanty meluapkan kekesalannya saat Aurel Hermansyah dibuat menangis oleh sang kekasih, Atta Halilintar. Dalam sebuah video yang diunggah YouTube The Hermansyah A6 (30/11/2020), Aurel bercerita panjang lebar di hadapan Ashanty mengenai kegiatan yang dilakukannya bersama Atta Halilintar.

Aurel dan Atta Halilintar rupanya baru saja pergi ke Dufan. Saat menjajal wahan roller coaster, Aurel rupanya menangis ketakutan.

Menurut pengakuannya, Aurel dipaksa Atta Halilintar untuk mencoba wahana itu. "Pas di Dufan aku nangis gara-gara naik roller coaster," ujar Aurel.

Aurel menangis saat dipaksa naik roller coaster. (YouTube/The Hermansyah A6)
Aurel menangis saat dipaksa naik roller coaster. (YouTube/The Hermansyah A6)

Ashanty pun mengaku ingin marah pada Atta Halilintar saat mendengar cerita itu. Apalagi, Aurel terlihat menangis tanpa henti selama naik wahana itu.

"Itu bunda mau marah sama Atta. Bunda marah, kenapa kamu dipaksa naik sama Atta," kata Ashanty.

"Iya itu aku benar-benar nangis parah," respons Aurel Hermansyah.

Usut punya usut, Aurel Hermansyah sebenarnya pernah menjajal wahana tersebut sebelumnya bersama ayahnya, Anang Hermansyah. Hanya saja, Dufan saat ini sedang menerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona sehingga Aurel merasa takut karena harus duduk berjauhan dari Atta Halilintar.

Atta sendiri juga tampak kebingungan melihat Aurel Hermansyah menangis, sampai-sampai ia mencoba menghentikan wahana di tengah jalan.

"Aku dulu udah pernah naik sama pipi (Anang), tapi di Dufan itu soscial distancing jadi duduknya enggak boleh berdua, sendiri-sendiri," terang Aurel Hermansyah. "Itu serem banget, dia pikir aku nangis bercanda, terus dia minta langsung berhenti."

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report