Seleb

Idap Depresi, Cinta Laura Bisa Makan Sampai 8.000 Kalori per Hari

Cinta Laura blak-blakan idap eating disorder karena stress hingga berat badan melonjak, 15 kg dalam sebulan.

Tinwarotul Fatonah | Dea Dezellynda Madya Ratri

Cinta Laura (Instagram/@claurakiehl)
Cinta Laura (Instagram/@claurakiehl)

Matamata.com - Cinta Laura tak hanya dikenal dengan paras blasterannya yang cantik. Ia juga dikenal memiliki proporsi tubuh yang jadi dambaan para wanita. Tak heran, Cinta sangat hobi berolahraga dan hidup sehat.

Tapi siapa sangka seorang Cinta Laura pernah depresi? Saat hadir sebagai bintang tamu di acara Deddy's Corner, gadis 26 tahun itu menceritakan dirinya saat melawan binge eating disorder atau depresi yang menyebabkan gangguan makan.

Cinta Laura. (Instagram/@claurakiehl)
Cinta Laura. (Instagram/@claurakiehl)

Di tahun 2017, Cinta merasa jika hanya dengan makan ia bisa menghilangkan kesedihannya. Lantas ia mulai mengalami kenaikan berat badan.

"Di tahun 2017, aku benar-benar depresi. Aku nggak bisa cerita pokoknya aku lagi ngalamin sesuatu yang bener-bener mengganggu ketenangan aku. Dan cara aku nge-cope dengan kesedihan itu adalah makan," kata Cinta.

Dalam waktu singkat, berat badan Cinta naik drastis. Pemain sinetron Upik Abu dan Laura itu ternyata bisa makan sampai 8.000 kalori per hari.

Cinta Laura pernah depresi (Youtube.com/TRANSTVOfficial)
Cinta Laura pernah depresi (Youtube.com/TRANSTVOfficial)

"Selama satu bulan, saat aku syuting film di Savana, Georgia, aku bisa makan 8000 kalori per hari. Dan itu makannya bisa dari burger ke french fries ke es krim satu toples, terus mungkin slurpee dan es krim lagi, dan setengah pie, apple pie, dalam waktu kurang dari delapan jam," lanjutnya.

Ia kaget saat menimbang berat badannya naik 15 kg dalam satu bulan karena terus-terusan makan. "Semakin banyak kita makan, semakin lama kita merasa, 'oke aku udah gemuk ini, aku udah makan banyak ini, terusin aja.' Dan aku naik 15 kilo dalam 1 bulan," ucapnya.

Cinta menyadari dampak dari depresi yang ia idap. Lantas ia pergi ke psikiater untuk melakukan pengobatan. Semakin lama, ia merasa lebih baik dan mulai bisa mengontrol nafsu makannya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report