Seleb

Aa Gym Diserang Soal Logo HUT RI, Ustaz Tengku Zul Ikut Berkomentar

Begini tanggapan Wakil Sekretaris Jenderal MUI tentang logo HUT ke-75 RI.

Linda Rahmadanti | Rosiana Chozanah

Ustaz Tengku Zulkarnain (Twitter/UstadzTengkuZulkarnain)
Ustaz Tengku Zulkarnain (Twitter/UstadzTengkuZulkarnain)

Matamata.com - Saat ini tengah ramai diperbincangkan logo HUT ke-75 RI yang disebut-sebut terlihat mirip  salib. Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Tengku Zulkarnain, pun ikut memberi tanggapan.

Sang ustaz mengaku bahwa awalnya ia membiarkan isu tersebut. Namun, karena kedua temannya, yaitu Aa Gym dan Ustaz Hilmi, juga mendapat serangan akhirnya Ustaz Tengku Zulkarnain angkat bicara.

"Semula Ucapan HUT NKRI ini saya biarkan. Tapi melihat masifnya serangan di Medsos atas shahabat saya Aa Gym dan Ustadz Hilmi, jadi yakin bahwa itu adalah benar TANDA SALIP," tulis Wakasekjend MUI tersebut.

Menurutnya, apabila di dalam logo tidak terbukti adanya tanda salib, maka serangan yang diterima kedua temannya itu tidak akan ganas.

"Kalau tidak buat apa seganas itu serangan pd beliau beliau? Semakin kelihatan Umat Mayoritas mau "digilas"?," sambungnya lagi.

Cuitan Ustaz Tengku Zulkarnain (Twitter/ustaztengkuzulkarnain)
Cuitan Ustaz Tengku Zulkarnain (Twitter/ustaztengkuzulkarnain)

Pada Selasa (11/8/2020) kemarin, KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym memang menanggapi maraknya isu silbol salib ini.

Pendakwah kenamaan ini merasa adanya perbedaan pendapat adalah hal yang wajar terjadi. Bahkan, ia juga memaklumi apabila timbul pertanyaan dan protes.

"Sangat bisa dimaklumi bila jadi perbedaan pendapat," tulisnya dalam huruf kapital.

"Melihat spanduk resmi pemerintah untuk 17 agustus 2020 ini. Karena memang sekilas seperti ada tanda salib yang besar.. Juga harus kita maklumi bila ada yang mempertanyakan..dan protes," sambungnya di akun @aagym.

Cuitan Aa Gym (Twitter/AaGym)
Cuitan Aa Gym (Twitter/AaGym)

Dalam utasnya, Aa Gym menambahkan hal ini bisa menjadi pelajaran bagi semua orang bahwa dalam situasi seperti sekarang ini, seharusnya semua orang dapat berpikir "berlapis-lapis".

"Bijaksana dan sangat peka terhadap peluang terjadinya masalah baru yang tak perlu," sambungnya.

Pada akhir utasnya ia berdoa, "semoga ulang tahun ke 75 ini, bangsa kita semakin adil dan dewasa serta diberkahi Alloh Pencipta kita semua.. aamiiin."

Kemudian ia mengibau kepada masyarakat untuk tetap saling menjaga kerukunan dan rasa persaudraan dalam keberagaman di Indonesia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report