BPBD Pastikan Kabut Asap Karhutla Kalimantan Belum Masuk Wilayah Bali
matamata.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali memastikan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan belum berdampak ke wilayah Bali.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Gede Teja Bhusana, menjelaskan bahwa selama musim kemarau wilayah Indonesia didominasi pergerakan angin timuran. Secara geografis, posisi Kalimantan yang berada di sebelah utara membuat sebaran asap bergerak ke arah barat menuju Malaysia, Singapura, dan wilayah Jabodetabek.
"Seharusnya tidak ada [asap karhutla yang masuk ke Bali] karena saat ini masih terjadi angin timuran," ujar Gede Teja di Denpasar, Selasa (20/10/2026).
Kepastian tersebut juga didukung hasil koordinasi BPBD dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG mengonfirmasi belum ada pantauan pergerakan kabut asap karhutla Kalimantan yang melintasi atau memasuki ruang udara Pulau Dewata.
Terkait keluhan masyarakat mengenai indeks kualitas udara di Denpasar yang sempat menyentuh angka 113 (kategori tidak sehat) dan tampak berkabut, BPBD menegaskan fenomena tersebut bukan dipicu oleh asap karhutla.
Teja menyampaikan bahwa pemantauan indeks kualitas udara merupakan kewenangan Dinas Lingkungan Hidup. Menurutnya, penurunan kualitas udara di Denpasar kemungkinan besar disumbang oleh emisi lokal, seperti aktivitas kendaraan bermotor dan pencemaran industri/pembangkit.
"Bisa jadi penurunan kualitas udara tersebut berasal dari emisi lokal di Bali, bukan karena karhutla," tuturnya.
BPBD Bali mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan serta selalu memperbarui informasi dari sumber resmi pemerintah. (Antara)