Guru Besar UIN Jakarta dan UNP Apresiasi Penguatan Pendidikan Era Prabowo-Gibran
matamata.com - Akademisi perguruan tinggi menyambut positif komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam memperkuat sektor pendidikan nasional. Apresiasi tersebut salah satunya datang dari Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Anggota Dewan Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie.
Tholabi menilai komitmen pemerintah terlihat nyata melalui alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp757,8 triliun pada 2026. Anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung berbagai program strategis, mulai dari revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, hingga perluasan akses pendidikan.
"Saya mengapresiasi komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pendidikan nasional sebagaimana tercermin dalam alokasi anggaran pendidikan Rp757,8 triliun pada 2026," ujar Tholabi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Tholabi, besarnya investasi di bidang pendidikan harus bermuara pada peningkatan kualitas yang terukur bagi seluruh ekosistem pendidikan. Peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, penguatan produktivitas riset, serta daya saing perguruan tinggi menjadi kunci keberlanjutan pembangunan.
Ia berharap momentum dua tahun pemerintahan ini dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat tata kelola pendidikan yang transparan, berbasis bukti, serta berorientasi pada keunggulan dan pemerataan.
Dukungan serupa disampaikan Guru Besar Pendidikan Teknik Vokasional Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Drs. Ir. Ganefri, Ph.D. Ia menyoroti pentingnya pemerataan akses agar dampak program pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
"Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo menunjukkan perhatian nyata pada pendidikan melalui perbaikan sekolah, penguatan pembelajaran digital, serta perluasan kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh wilayah Indonesia," ungkap Ganefri.
Ganefri menegaskan bahwa perluasan akses harus berjalan selaras dengan penyediaan sarana belajar yang layak dan pemanfaatan teknologi. Hal ini penting agar seluruh anak di berbagai pelosok daerah memiliki kesempatan setara dalam mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. (Antara)