ESDM Pastikan Pasokan Gas Pupuk Iskandar Muda untuk Swasembada Pangan
matamata.com - Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Satya Hangga Yudha Widya Putra, menegaskan keberlanjutan industri pupuk nasional memiliki peran strategis dalam mendukung swasembada pangan dan memperkuat kemandirian nasional.
"Keberadaan industri pupuk juga mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha lokal, hingga peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat," kata Hangga saat meninjau fasilitas produksi PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Lhokseumawe, Aceh, Jumat (16/10).
Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (17/10), kunjungan tersebut bertujuan memastikan kepastian pasokan gas bumi dan liquefied natural gas (LNG) untuk mendukung operasional serta pengembangan bisnis PIM.
Saat ini, pasokan gas PIM bersumber dari Blok A yang dioperasikan oleh Medco Energi serta pasokan LNG dari BP Tangguh melalui fasilitas PT Perta Arun Gas (PAG). Kunjungan tersebut juga membahas potensi tambahan pasokan dari Blok Gebang, Bontang, Donggi-Senoro LNG (DSLNG), hingga potensi jangka panjang dari lapangan Andaman dan Masela.
"Kepastian pasokan, volume, dan harga gas yang kompetitif menjadi faktor penting bagi keberlanjutan produksi PIM," ujar Hangga.
Ia menyimpulkan, koordinasi intensif antara Kementerian ESDM, SKK Migas, pemasok gas, dan PIM sangat diperlukan untuk menjamin pemenuhan energi industri serta mendukung implementasi kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasi dan Produksi PT Pupuk Iskandar Muda, Guntur Prasetyo, menjelaskan bahwa perusahaan terus mendorong peningkatan kapasitas produksi NPK serta fasilitas amonia dan urea melalui proyek PIM-3. Langkah ini diambil untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan pupuk nasional dan meningkatkan daya saing industri.
Selain fokus pada produksi konvensional, PIM juga memaparkan rencana pengembangan blue ammonia dan hybrid green ammonia sebagai bentuk diversifikasi produk menuju industri rendah emisi. (Antara)