Wagub DKI Minta Sekolah Gedung Bertingkat Rutin Gelar Simulasi Bencana
matamata.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menginstruksikan seluruh sekolah yang telah dibangun maupun direhabilitasi untuk rutin menggelar simulasi mitigasi bencana. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa serta tenaga pendidik, terutama pada bangunan sekolah bertingkat.
"Saya perintahkan kepada Bu Kadis (Kepala Dinas Pendidikan) untuk sering berlatih mengantisipasi bencana. Walaupun kita tidak berharap terjadi bencana, lebih baik sedia payung sebelum hujan," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno usai meninjau sejumlah sekolah di Jakarta Selatan, Jumat (16/10).
Rano menjelaskan, perkembangan pembangunan sekolah di Jakarta saat ini rata-rata mencapai lima hingga enam lantai. Kondisi fisik bangunan tersebut membuat manajemen dan edukasi mitigasi bencana menjadi sangat krusial.
Menurutnya, seluruh warga sekolah harus memahami prosedur evakuasi saat terjadi keadaan darurat, seperti gempa bumi. Selain itu, pembaruan infrastruktur pendidikan tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga menjamin ruang belajar yang nyaman, aman, inklusif, dan bersih.
Di sisi lain, Rano menekankan pentingnya komitmen pemeliharaan fasilitas gedung yang telah diperbaiki.
"Paling sulit bagi kita adalah merawat. Membangun itu mudah dan bisa selesai dalam satu tahun, tetapi perawatan harus dilakukan secara konsisten setiap tahun," kata Rano.
Dalam agenda tersebut, Wagub meninjau pembangunan SDN Lebak Bulus 04 dan SMPN 299 Jakarta, serta rehabilitasi SDN Cilandak Barat 08.
Pembangunan SDN Lebak Bulus 04 dan SMPN 299 Jakarta mencatatkan nilai kontrak sebesar Rp70,49 miliar, berdiri di atas lahan seluas 4.160 meter persegi dengan total luas bangunan 9.724 meter persegi.
Sementara itu, proyek rehabilitasi SDN Cilandak Barat 08 menelan anggaran Rp31,42 miliar untuk lahan seluas 2.200 meter persegi dan luas bangunan 4.529 meter persegi.
Gedung-gedung baru tersebut telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, seperti akses ramah disabilitas, lift, sistem proteksi kebakaran, sarana olahraga, hingga ruang terbuka hijau. Bangunan ini juga mengusung konsep efisiensi energi yang memanfaatkan panel surya, pencahayaan alami, dan sistem sirkulasi udara yang optimal. (Antara)
Baca Juga: 5 Keunikan yang Ditawarkan Jatim Park 3 yang Berbeda dari Taman Hiburan Lainnya