Pertamina Dorong Ekonomi Sirkular dan Pelatihan Bahasa Inggris Warga Kuta Jelang MotoGP Mandalika 2026
matamata.com - PT Pertamina (Persero) memberdayakan masyarakat Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026.
Program ini berfokus pada pengolahan sampah dan peningkatan kapasitas pelayanan pariwisata bagi warga yang bermukim di kawasan Ring 1 Pertamina Mandalika International Circuit.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, menyampaikan bahwa kebersihan kawasan wisata merupakan faktor krusial dalam mendukung kelancaran ajang olahraga tingkat dunia tersebut.
"Di Desa Kuta ini kita berada di wilayah terdekat dengan Sirkuit Pertamina Mandalika. Pada 9 sampai 11 Oktober ada perhelatan besar, yaitu sport tourism balap MotoGP," ujar Arya di Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (8/10/2026).
Dalam pelaksanaannya, Pertamina menggandeng Universitas Mataram (Unram) untuk melatih warga dari 20 dusun dalam memilah dan mengumpulkan sampah melalui sistem bank sampah.
Pertamina juga menghidupkan kembali operasional bank sampah yang sempat berhenti, serta menyalurkan bantuan sepeda motor listrik sebagai armada pengangkut sampah dari permukiman.
Arya menjelaskan, program ini tidak sekadar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular. Sampah anorganik diolah menjadi produk bernilai jual seperti gantungan kunci, tas, dan kriya lainnya.
Sementara itu, sampah organik dimanfaatkan warga sebagai bahan baku pupuk organik dengan pendampingan teknis dari Unram dan Pemerintah Desa Kuta.
Selain sektor lingkungan, Pertamina dan Unram memberikan pelatihan hospitality serta kemampuan berbahasa Inggris bagi masyarakat lokal. Langkah ini disiapkan untuk membekali warga dalam menyambut wisatawan, khususnya turis mancanegara asal Australia dan Eropa yang kian meningkat.
"Kami melatih hospitality dan bahasa Inggris karena sebagian besar wisatawan yang hadir menggunakan bahasa asing tersebut. Ini menjadi nilai tambah bagi sektor pariwisata Desa Kuta," tutur Arya.
Baca Juga: Gejala Overthinking Mengganggu Aktivitas, Psikolog Sarankan Segera Konsultasi
Pertamina menargetkan program yang masih berada pada tahap awal ini dapat membentuk kesadaran (awareness) masyarakat secara konsisten.
Harapannya, Desa Kuta mampu mencapai kemandirian ekonomi dan merasakan dampak positif keberadaan Sirkuit Mandalika sepanjang tahun, tidak hanya saat ajang balapan berlangsung. (Antara)