Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, RI Butuh Investasi Rp13.000 Triliun
matamata.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan Indonesia membutuhkan akumulasi investasi hingga lebih dari Rp13.000 triliun dalam lima tahun ke depan. Target tersebut ditetapkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen pada tahun 2029.
"Lima tahun ke depan, target investasi dalam rangka kita memenuhi pertumbuhan 8 persen itu adalah Rp13.000 triliun lebih. Itu adalah target yang diberikan oleh Bappenas kepada kami," kata Rosan di Jakarta, Rabu.
Rosan menjelaskan, kontribusi investasi terhadap perekonomian nasional terus menunjukkan tren peningkatan signifikan. Jika dalam satu dekade terakhir rata-rata kontribusi investasi berada di kisaran 28 hingga 29 persen—dengan total nilai mencapai sekitar Rp9.100 triliun—saat ini porsinya telah mendekati 38 hingga 39 persen.
Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, pemerintah memproyeksikan peningkatkan realisasi investasi secara bertahap setiap tahunnya. Pada 2024, realisasi investasi tercatat sekitar Rp1.714 triliun dan diproyeksikan meningkat menjadi Rp1.931 triliun pada 2025.
Selain mengejar nominal, Rosan menekankan pentingnya kualitas dari investasi yang masuk, terutama dalam kemampuannya menyerap tenaga kerja.
"Yang paling penting tentunya adalah bagaimana dana yang masuk itu bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Kurang lebih lapangan pekerjaan yang tercipta pada tahun lalu mencapai 2,4 juta orang. Investasi yang kita masukkan harus investasi yang berkualitas," ujar Rosan menambahkan. (Antara)