AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat

Pakar nuklir AS Dr. Kelle Barfield sebut Indonesia tak mulai dari nol dalam pengembangan energi nuklir sipil. AS siap boyong teknologi SMR ke ASEAN.

Elara | MataMata.com
Kamis, 25 Juni 2026 | 18:31 WIB
Pakar komunikasi dan pelibatan publik di bidang nuklir Amerika Serikat, Dr. Kelle Barfield, dalam salah satu diskusi publik di Jakarta, Selasa (23/6/2026). (ANTARA/HO-Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta)

Pakar komunikasi dan pelibatan publik di bidang nuklir Amerika Serikat, Dr. Kelle Barfield, dalam salah satu diskusi publik di Jakarta, Selasa (23/6/2026). (ANTARA/HO-Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta)

Matamata.com - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta bersama Misi AS untuk ASEAN mendukung penuh pengembangan energi nuklir sipil di kawasan Asia Tenggara. Langkah ini ditegaskan melalui kunjungan pakar komunikasi dan pelibatan publik bidang nuklir asal AS, Dr. Kelle Barfield, ke Indonesia dalam rangkaian tur regional ASEAN.

Kedubes AS dalam keterangan resminya pada Kamis (25/6) menyatakan, kunjungan Barfield merupakan bagian dari inisiatif Freedom 250: American Leadership in Energy Security. Program ini bertujuan mendorong dialog konstruktif mengenai energi nuklir sipil yang diklaim mampu menciptakan lapangan kerja lokal, memperkuat ketahanan energi, serta menjaga kualitas udara.

Dalam agenda di Jakarta, Barfield secara khusus mempromosikan teknologi reaktor modular kecil (Small Modular Reactor/SMR) sebagai masa depan ketahanan energi. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dan tidak memulai pengembangan ini dari dasar.

"Indonesia tidak memulai dari nol. Negara ini memiliki pengalaman puluhan tahun dengan reaktor riset, serta sumber daya manusia dan keahlian untuk terus mengembangkannya," ujar Barfield.

Meski demikian, Barfield mengingatkan bahwa kunci keberhasilan pengembangan energi nuklir sangat bergantung pada tingkat kepercayaan publik (public trust) terhadap keamanan teknologi tersebut. Menurutnya, isu nuklir bukan sekadar masalah keberhasilan teknologi atau kalkulasi biaya, melainkan sejauh mana masyarakat memberikan dukungan.

"Di sinilah kerja sama dengan Amerika Serikat memberikan perbedaan nyata. Kami memiliki rekam jejak panjang dan berhasil dalam bersikap transparan kepada publik, serta melibatkan komunitas lokal mengenai manfaat energi nuklir," tambahnya.

Selain di Indonesia, Dr. Barfield juga menjajaki perspektif regional untuk mendukung ketahanan energi ASEAN melalui teknologi SMR yang aman dan andal. Ia telah menggelar pertemuan dengan pejabat Sekretariat ASEAN, ASEAN Centre for Energy (ACE), jaringan sub-sektor Energi Nuklir ASEAN, serta Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA).

Sementara itu, Juru Bicara Kedutaan Besar AS, Jamie Ravetz, menegaskan kebanggaan AS dapat bermitra dengan Indonesia dan ASEAN untuk memajukan solusi energi berstandar tinggi.

"SMR merupakan peluang nyata untuk memperkuat ketahanan energi di seluruh kawasan, dan Amerika Serikat siap mendukung masa depan tersebut," pungkas Ravetz. (Antara)

Baca Juga: Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi

×
Zoomed
TERKINI

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menargetkan penerbangan Indonesia mulai m...

news | 18:27 WIB

Mendes PDT Yandri Susanto bakal memutakhirkan program Jaga Desa ke sistem digital. Langkah ini diambil untuk mendongkrak...

news | 18:24 WIB

Istri mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas, Eny Retno Yaqut, mengapresiasi langkah KPK yang mengabulkan pembantaran penahana...

news | 12:54 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan DPR bergerak cepat mencari solusi kenaikan harga gas industri non-HGBT guna menyelamat...

news | 12:50 WIB

Tiga mantan pejabat Bea Cukai, termasuk eks Direktur P2 Rizal, segera disidang pada 3 Juli 2026 terkait kasus suap impor...

news | 11:30 WIB

Menaker Yassierli menegaskan hubungan industrial antara pekerja dan perusahaan harus naik kelas ke tahap transformatif d...

news | 09:15 WIB

Menhut Raja Juli Antoni menegaskan Indonesia siap memasuki fase baru pasar karbon global melalui peluncuran SRUK dan pen...

news | 08:15 WIB

Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Farag Elshemy, mendoakan sekaligus mendukung Timnas Indonesia agar bisa ...

news | 07:15 WIB

Wamen ATR/Waka BPN Ossy Dermawan memuji capaian sertifikasi tanah DKI Jakarta yang tembus 98,6 persen dan meminta daerah...

news | 06:00 WIB

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyarankan Badan Gizi Nasional (BGN) jalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) seca...

news | 16:20 WIB