AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat

Pakar nuklir AS Dr. Kelle Barfield sebut Indonesia tak mulai dari nol dalam pengembangan energi nuklir sipil. AS siap boyong teknologi SMR ke ASEAN.

Elara | MataMata.com
Kamis, 25 Juni 2026 | 18:31 WIB
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat

AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat

matamata.com - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta bersama Misi AS untuk ASEAN mendukung penuh pengembangan energi nuklir sipil di kawasan Asia Tenggara. Langkah ini ditegaskan melalui kunjungan pakar komunikasi dan pelibatan publik bidang nuklir asal AS, Dr. Kelle Barfield, ke Indonesia dalam rangkaian tur regional ASEAN.

Kedubes AS dalam keterangan resminya pada Kamis (25/6) menyatakan, kunjungan Barfield merupakan bagian dari inisiatif Freedom 250: American Leadership in Energy Security. Program ini bertujuan mendorong dialog konstruktif mengenai energi nuklir sipil yang diklaim mampu menciptakan lapangan kerja lokal, memperkuat ketahanan energi, serta menjaga kualitas udara.

Dalam agenda di Jakarta, Barfield secara khusus mempromosikan teknologi reaktor modular kecil (Small Modular Reactor/SMR) sebagai masa depan ketahanan energi. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dan tidak memulai pengembangan ini dari dasar.

"Indonesia tidak memulai dari nol. Negara ini memiliki pengalaman puluhan tahun dengan reaktor riset, serta sumber daya manusia dan keahlian untuk terus mengembangkannya," ujar Barfield.

Meski demikian, Barfield mengingatkan bahwa kunci keberhasilan pengembangan energi nuklir sangat bergantung pada tingkat kepercayaan publik (public trust) terhadap keamanan teknologi tersebut. Menurutnya, isu nuklir bukan sekadar masalah keberhasilan teknologi atau kalkulasi biaya, melainkan sejauh mana masyarakat memberikan dukungan.

"Di sinilah kerja sama dengan Amerika Serikat memberikan perbedaan nyata. Kami memiliki rekam jejak panjang dan berhasil dalam bersikap transparan kepada publik, serta melibatkan komunitas lokal mengenai manfaat energi nuklir," tambahnya.

Selain di Indonesia, Dr. Barfield juga menjajaki perspektif regional untuk mendukung ketahanan energi ASEAN melalui teknologi SMR yang aman dan andal. Ia telah menggelar pertemuan dengan pejabat Sekretariat ASEAN, ASEAN Centre for Energy (ACE), jaringan sub-sektor Energi Nuklir ASEAN, serta Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA).

Sementara itu, Juru Bicara Kedutaan Besar AS, Jamie Ravetz, menegaskan kebanggaan AS dapat bermitra dengan Indonesia dan ASEAN untuk memajukan solusi energi berstandar tinggi.

"SMR merupakan peluang nyata untuk memperkuat ketahanan energi di seluruh kawasan, dan Amerika Serikat siap mendukung masa depan tersebut," pungkas Ravetz. (Antara)

Baca Juga: Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi

×
Zoomed
TERKINI

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah di Nganjuk untuk menekan inflasi pangan. Pemprov Jatim pas...

news | 11:47 WIB

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menargetkan peraturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis selesai pada 2026 demi men...

news | 08:15 WIB

Timnas Futsal Indonesia harus mengakui keunggulan klub Spanyol, O Parrulo Ferrol FS, dengan skor 3-5 pada laga uji coba ...

news | 07:15 WIB

Kodam IX/Udayana menerjunkan prajurit TNI untuk mengevakuasi warga terdampak gempa magnitudo 7,7 di NTT. BMKG sebut peri...

news | 11:37 WIB

Iran membantah tegas klaim Presiden AS Donald Trump yang ingin menguasai Selat Hormuz. Teheran menegaskan selat strategi...

news | 11:34 WIB