Berapa Penurunan Berat Badan yang Wajar saat Puasa? Ini Penjelasan Dokter

Simak penjelasan dokter spesialis mengenai batas aman penurunan berat badan saat puasa. Berapa kg yang wajar dalam seminggu agar tubuh tetap sehat?

Elara | MataMata.com
Kamis, 26 Februari 2026 | 10:30 WIB
Berapa Penurunan Berat Badan yang Wajar saat Puasa? Ini Penjelasan Dokter

Berapa Penurunan Berat Badan yang Wajar saat Puasa? Ini Penjelasan Dokter

matamata.com - Penurunan berat badan saat menjalankan ibadah puasa merupakan hal yang lumrah terjadi. Namun, masyarakat perlu memahami batasan penurunan yang dianggap sehat secara medis agar tidak mengganggu fungsi tubuh.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga lulusan Universitas Indonesia, dr. Andi Kurniawan, Sp.KO, menjelaskan bahwa rata-rata penurunan berat badan yang wajar saat berpuasa berkisar antara 0,5 hingga 1 kilogram per minggu.

“Sebagai patokan sederhana, penurunan wajar adalah 0,5–1 kg per minggu, atau tidak lebih dari 4 kg total selama satu bulan Ramadan,” ujar Andi kepada ANTARA, Kamis (26/2).

Andi memaparkan bahwa penurunan ini merupakan respons fisiologis normal akibat perubahan metabolik. Data menunjukkan sekitar 44 persen orang yang berpuasa akan mengalami penurunan berat badan.

Secara teknis, dalam 12–14 jam pertama tanpa asupan makanan, tubuh akan menghabiskan cadangan glikogen otot sekitar 100–120 gram. Setelah itu, tubuh beralih ke proses glukoneogenesis (pembuatan glukosa dari protein dan lemak) serta lipolisis atau pemecahan lemak.

Waspadai Penurunan Drastis Meski wajar, Andi memperingatkan agar masyarakat waspada jika berat badan turun lebih dari dua kilogram dalam seminggu. Hal tersebut bisa menjadi indikasi dehidrasi berat atau kehilangan massa otot (sarkopenia).

Gejala fisik yang perlu diwaspadai antara lain pusing hebat yang menetap, kulit tidak elastis, hingga kelelahan ekstrem yang tidak membaik meski sudah berbuka puasa.

Kelompok Rentan Beberapa kelompok memerlukan pengawasan ekstra terkait perubahan berat badan ini, di antaranya:

Lansia (di atas 60 tahun): Berisiko mengalami kehilangan otot yang sulit dipulihkan.

Penderita Diabetes: Pengguna insulin wajib memantau berat badan dan gula darah secara ketat.

Baca Juga: Uji Hafal Lagu bareng Bapak, Paint My Love Siap Bergema di Prambanan Jazz Festival 2026

Remaja: Defisit nutrisi dikhawatirkan mengganggu pertumbuhan tulang dan perkembangan kognitif.

Di sisi lain, bagi individu dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) tinggi atau obesitas, penurunan berat badan cenderung akan lebih besar dibandingkan mereka dengan berat badan normal.

Berdasarkan analisis yang diterbitkan jurnal Nutrients, rata-rata penurunan berat badan normal selama 30 hari Ramadan berkisar antara 0,5 hingga 1,5 kg tanpa intervensi diet khusus.

Namun, bagi mereka yang aktif berolahraga, penurunan hingga 2 kg sebulan tetap dikategorikan sehat selama yang berkurang adalah massa lemak, bukan otot.

“Perubahan ini tidak terjadi pada semua orang. Gaya hidup Anda saat berbuka memegang peranan kunci,” tutup Andi. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wapres Gibran Rakabuming Raka mendukung program UTDI untuk melatih santri di bidang AI, Big Data, dan keamanan siber gun...

news | 10:14 WIB

Kemenhub imbau calon penumpang aktif cek status penerbangan akibat meluasnya kabut asap karhutla yang mengganggu ribuan ...

news | 10:00 WIB

BNPB siapkan mitigasi kekeringan dan operasi modifikasi cuaca hadapi fenomena El Nino sangat kuat yang diproyeksikan BMK...

news | 09:30 WIB

Komisi III DPR menolak usulan DEN yang ingin menghapus unsur kerugian negara dalam definisi korupsi. DPR menilai hal itu...

news | 09:13 WIB

Kadin Indonesia dan ASAKI mendukung rencana pemerintah menghentikan ekspor gas bumi demi memprioritaskan kebutuhan indus...

news | 14:17 WIB