Life

Biar Makin Dilirik Investor, Arkadia Digital Media Lakukan Pemecahan Saham

Pemecahan saham diharapkan akan menjadikan harga saham berkode DIGI ini menjadi sangat menarik bagi para investor, khususnya investor retail.

Tinwarotul Fatonah

Direktur Utama PT Arkadia Digital Media Tbk, Wiliam Martaputra (tengah), bersama Komisaris Utama Stephen K Sulistyo (kiri) dan Direktur Suwarjono, saat berbicara dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan yang digelar di Jakarta, Jumat (23/10/2020). (Matamata.com/Angga Budhiyanto)
Direktur Utama PT Arkadia Digital Media Tbk, Wiliam Martaputra (tengah), bersama Komisaris Utama Stephen K Sulistyo (kiri) dan Direktur Suwarjono, saat berbicara dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan yang digelar di Jakarta, Jumat (23/10/2020). (Matamata.com/Angga Budhiyanto)

Matamata.com - PT Arkadia Digital Media Tbk (IDX: DIGI) selaku induk perusahaan Suara.com dan sejumlah portal berita vertikal lainnya, pada Jumat, 23 Oktober 2020, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Digelar di Jambuluwuk Thamrin Hotel, Jakarta Pusat, agenda satu-satunya dalam RUPSLB Perseroan kali ini adalah persetujuan pemecahan saham atau stock split. Hadir dalam kesempatan ini seluruh jajaran Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan, beserta sejumlah pemegang saham.

Masih berada dalam masa penanggulangan pandemi Covid-19, berbagai protokol ketat pun diterapkan dalam agenda rapat Perseroan kali ini. Termasuk di antaranya terkait aturan kebersihan, penggunaan masker, hingga physical distancing.

Dalam RUPSLB ini, Perseroan memutuskan melaksanakan pemecahan saham (stock split) dengan perbandingan 1:5 dari semula nilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah) per saham menjadi Rp 20,- (dua puluh Rupiah) per saham. Setelah pemecahan saham ini pula, jumlah saham beredar dari semula 325.000.000 menjadi 1.625.000.000 lembar saham.

Komisaris Utama PT Arkadia Digital Media Tbk, Stephen K Sulistyo (kedua dari kiri), bersama Komisaris Independen Ariyo Ali Suprapto (kiri), Direktur Utama Wiliam Martaputra, dan Direktur Suwarjono (kanan), saat memimpin agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan yang digelar di Jakarta, Jumat (23/10/2020). (Matamata.com/Angga Budhiyanto)
Komisaris Utama PT Arkadia Digital Media Tbk, Stephen K Sulistyo (kedua dari kiri), bersama Komisaris Independen Ariyo Ali Suprapto (kiri), Direktur Utama Wiliam Martaputra, dan Direktur Suwarjono (kanan), saat memimpin agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan yang digelar di Jakarta, Jumat (23/10/2020). (Matamata.com/Angga Budhiyanto)

Manajemen Perseroan menjelaskan, pemecahan saham dengan rasio tersebut diharapkan akan menjadikan harga saham DIGI menjadi sangat menarik bagi para investor, khususnya investor retail. Langkah ini pun diharapkan memberikan dampak yang maksimum terhadap likuiditas perdagangan saham Perseroan, serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham publik.

"Pemecahan saham dengan rasio tersebut menjadikan harga saham perseroan menjadi lebih menarik bagi para investor, sehingga memberikan dampak maksimum terhadap likuiditas perdagangan saham Perseroan," kata CEO PT Arkadia Digital Media Tbk, Wiliam Martaputra.

Sebelumnya, pada Juli 2020 lalu, Arkadia juga diketahui baru saja menggelar agenda RUPST sekaligus RUPS Independen, dengan salah satu keputusan penting adalah persetujuan masuknya pendanaan dari Media Development Investment Fund (MDIF) Media Finance I B.V. MDIF adalah lembaga yang dikenal berkomitmen membantu pengembangan media independen, bisnis media kompetitif, berkelanjutan dan media tangguh, yang sudah beroperasi di lebih dari 40 negara.

Lantas pada akhir Agustus 2020 lalu, Perseroan secara resmi meluncurkan program pengembangan konten lokal di 14 provinsi di Indonesia. Peluncuran program konten-konten spesifik lokal di bawah nama Suara Regional itu digelar bersamaan dengan sebuah webinar bertema "Strategi Kampanye Pilkada di Tengah Pandemi". Sejak resmi diluncurkan, sejauh ini program tersebut berjalan lancar dan sudah mulai memberi dampak positif, baik terhadap Perseroan sendiri maupun bagi daerah-daerah yang diseriusi pengembangan konten-konten lokalnya.

"Perseroan akan terus mengembangkan konten lokal dengan menambah Suara Regional. Ini sejalan dengan pertumbuhan pengakses di berbagai daerah yang tumbuh dan berkembang pesat, " kata Suwarjono, Editor in Chief Suara.com.

Saat ini pun, Perseroan melalui anak-anak usahanya seperti portal berita Suara.com, terus melakukan pengembangan lanjutan dan berbagai program lainnya, termasuk yang bekerja sama dengan berbagai media lokal di daerah-daerah, maupun dengan sejumlah besar mitra lainnya. Setidaknya, beberapa program maupun jenis konten baru telah dan akan diluncurkan oleh Perseroan dalam beberapa bulan ini.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report